Ultah Partai Gerindra Diwarnai Salah Baca Pancasila

Jurnalpolitik.id – Acara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-10 Partai Gerakan Indonesia Ra‎ya (Gerindra) diwarnai dengan salah ucap teks Pancasila.

Partai Gerindra menyelenggarakan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-10, di kantor DPP Gerindra, Jalan Raya Harsono, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Acara dimulai sekitar pukul 10.20 WIB. Ketua Umum, Prabowo Subianto, bersama sejumlah elite partai sudah berada di tempat acara.

Acara dibuka dengan mengheningkan cipta untuk para pahlawan. Dilanjutkan dengan pembacaan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila dengan dipandu oleh kader di atas mimbar.

Pembacaan UUD 1945 berjalan dengan lancar. Dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila.

Saat membaca sila pertama Pancasila, tidak ada masalah. “Satu, Ketuhanan yang Maha Esa,” kata pembaca Pancasila dengan lantang di atas mimbar.

Namun, saat sila kedua dibacakan, pemandu salah ucap. Dia malah menyebut sila kelima. Padahal, saat itu yang harus disebutkan adalah sila kedua.

“Dua, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata pembaca Pancasila.

Sontak para kader langsung mengingatkan. Suasana yang tadinya hening berubah sedikit ramai.

Salah seorang kader partai mengingatkan supaya pemandu pembacaan Pancasila tidak disoraki karena kesalahan ucap.

Husst enggak usah disorakin,” ucap salah satu kader wanita Partai Gerindra.

Setelah dikoreksi, langsung si pemandu Pancasila itu meralat dan melanjutkan pembacaan teks Pancasila. Dia kembali membacakan sila kedua Pancasila dengan benar, sampai sila ke-5.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan sumpah Partai Gerindra. Kali ini berjalan dengan mulus tanpa kesalahan.

Saat memberi sambutan, Ketua Umum Partai, Prabowo Subianto sempat menyinggung kesalahan tersebut.

“Tadi ada kesalahan pengucapan, tapi yang perlu kita lihat adalah niat baiknya. Seperti pembawa bendera yang terjatuh, kita harus hargai semangatnya untuk bangun kembali,” ucap Prabowo diikuti tepuk tangan seluruh kader yang hadir.

Hadir dalam acara ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan pasangannya Sandiaga Uno, Wakil Ketud DPR Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Garda 212, Ansufri Idrus Sambo.

Kemudian wakil ketua umum Gerindra sekaligus Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Mohamad Taufik dan sejumlah pengurus lainnya.

Baca: Prabowo: Pak Fadli Juga Bisa Jadi Presiden, Asal Namanya Diganti Jadi Fadli Zono

Akui Salah Baca Teks Pancasila, Gubernur Sulbar Ingin Rombak Urutan Sila

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar mengaku salah mengucapkan teks Pancasila ketika menjadi inspektur upacara di peringatan Hari Pahlawan di Mamuju, Sulawesi Barat, 10 November lalu.

Ia beralasan, kesalahan tersebut karena terobsesi ingin mendekatkan sila pertama dengan sila kelima Pancasila yang dinilainya terlalu berjarak.

Mantan bupati Polewali Mandar ini menilai, maraknya aksi terorisme, radikalisme dan aksi kekerasan lainnya di tanah air salah satunya disebabkan jarak sila pertama dengan sila kelima terlalu jauh.

“Saya salah ucap, sila kedua di bawah sila kelima, kenapa? Karena saya selalu berpikir radikalisme, terorisme, komunisme, aksi demo dan persoalan lainnya karena masih terlalu jauh antara sila pertama dengan sila kelima Pancasila,” kata Masdar di depan ratusan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Selasa (14/11/2017).

Gubernur Masdar lalu bertanya kepada para aktivis PMII apakah sila kelima Pancasila bisa didekatkan dengan sila pertama agar jarak kesenjangannya tidak terlalu jauh.

“Bisakah sila pertama pancasila didekatkan dengan sila kelima Pancasila? Itu masalahnya,” jelas Masdar di depan peserta dialog kebangsaan PMII.

Perlu diketahui, video Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar yang salah membaca urutan sila Pancasila viral di media sosial. Video itu mengundang perbincangan pro kontra. Sila kelima Pancasila, yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” dibacakan gubernur menjadi sila kedua. Padahal sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Namun gubernur segera meralatnya dengan kembali membacakan sila kedua.

Masdar pun mengajak semua komponen bangsa untuk bersama-sama merekatkan diri dalam kebersamaan. Ia juga mengajak kepada semua elemen masyarakat Sulbar agar tetap bersatu padu menjaga keamanan dan perdamaian, agar ancaman perpecahan atau disintegrasi bangsa yang terjadi di tempat lain tidak sampai merembet ke Sulawesi Barat.

 

KOMPAS