‘Salam Dua Jari’ yang Dulu Dipakai Jokowi-JK Kini Diteriakkan Gerindra

Jurnalpolitik.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pengundian nomor urut 14 partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 di Aula Utama Gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018).

Ada yang menarik dalam acara tersebut. Partai Gerindra yang memperoleh nomor urut 2, langsung meneriakkan yel-yel ‘salam dua jari’.

Ketua Umum dan Sekjen Partai Gerindra Prabowo Subianto serta Ahmad Muzani hadir dan mengambil langsung undian nomor urut.

Begitu mengetahui partainya mendapat nomor urut dua, Prabowo dan Muzani langsung tersenyum dan secara spontan melakukan salam 2 jari.

Kader Gerindra yang hadir juga tak tinggal diam. Mereka langsung mengacungkan dua jari ke udara sembari berteriak ‘salam dua jari’. Tak terkecuali juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang ikut hadir dalam kesempatan tersebut.

“Salam dua jari! salam dua jari! salam dua jari!” teriak kader Gerindra di ruang sidang utama KPU.

Diketahui, nomor dua merupakan nomor urut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat dalam Pemilu 2014. Mereka berhadapan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dengan nomor urut 1.

Salam dua jari pun menjadi slogan bagi Jokowi – JK saat kampanye. Salam dua jari pun kerap dinyanyikan oleh para pendukungnya.

Berikut nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019:

1. PKB

2. Gerindra

3. PDIP

4. Golkar

5. Nasdem

6. Garuda

7. Berkarya

8. PKS

9. Perindo

10. PPP

11. PSI

12. PAN

13. Hanura

14. Demokrat

Teriakan “Jokowi Presiden” dan “Prabowo Presiden” Saling Beradu di Gedung KPU

Jurnalpolitik.id – Acara pengundian dan penetapan nomor urut partai politik peserta yang akan berlaga di Pemilihan Umum 2019 mendatang diwarnai adu mulut antar pendukung partai.

Pada Minggu 18 Februari 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pengundian dan penetapan nomor urut Parpol peserta Pemilu 2019. Acara yang digelar di Gedung KPU, Jakarta Pusat itu dihadiri oleh para petinggi dan pendukung partai.

Pendukung partai Hanura, ditambah para pendukung PSI dan PDIP, meneriakkan dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden seraya membentangkan bendera partai.

Sementara di kubu sebelah pun tak mau kalah. Partai Gerindra membalasnya, dengan lantang meneriakkan dukungannya terhadap sang Ketua Umum, Prabowo Subianto.

“Jokowi presiden!” teriak massa beratribut partai Hanura serta beberapa orang beratribut PSI.

Kemudian pendukung Partai Gerindra, sambil mengibarkan bendera partai, membalas teriakan tersebut, “Prabowo Presiden!”

Kendati demikian, ‘perang’ yel-yel tersebut tak sampai mengarah ke adu fisik.

Dalam undian penetapan nomor urut ini, dihadiri para petinggi partai, yakni Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Ada pula Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, serta Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy. Sementara itu dari partai-partai pendatang baru, hadir Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto, Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo, serta Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana.

Dua Ketua Umum yang berhalangan hadir adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. SBY diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh juga tidak hadir, dan diwakili oleh Sekretaris Jenderal Johnny G Plate.

Sebelum mengambil nomor urut peserta pemilu, perwakilan parpol terlebih dulu mengambil nomor antrean. Proses itu disaksikan komisioner KPU yang dipimpin Arief Budiman, Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), peserta pemilu, dan media.

Berikut hasil pengundian nomor urut parpol.

Nomor urut 1: Partai Kebangkitan Bangsa

Nomor urut 2: Partai Gerindra

Nomor urut 3: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Nomor urut 4: Partai Golkar

Nomor urut 5: Partai Nasdem

Nomor urut 6: Partai Garuda

Nomor urut 7: Partai Berkarya

Nomor urut 8: Partai Keadilan Sejahtera

Nomor urut 9: Partai Perindo

Nomor urut 10: Partai Persatuan Pembangunan

Nomor urut 11: Partai Solidaritas Indonesia

Nomor urut 12: Partai Amanat Nasional

Nomor urut 13: Partai Hanura

Nomor urut 14: Partai Demokrat

Geram Kena Delay, Politikus Gerindra Ini Minta Izin Lion Air Dicabut

Jurnalpolitik.id – Anggota Komisi V DPR Moh Nizar Zahro menjadi korban delay penerbangan maskapai Lion Air dari Jakarta menuju Surabaya, Jumat 9 Ferbruari 2018. Penerbangannya bersama ratusan penumpang lain dibatalkan sepihak oleh maskapai tersebut.

Dilansir dari jpnn.com, Jumat 09 Februari 2018, Nizar yang sedang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, mengatakan bahwa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0590 yang mestinya terbang pukul 20.15 WIB, hingga pukul 23.00 WIB belum juga diberangkatkan.

“Kami mestinya berangkat jam 20.15, tapi sampai jam sekarang belum berangkat. Tadi alasannya operasional pesawat, ada clearance dari Bandara Juanda, Surabaya katanya tidak terima penerbangan,” ucap Nizar yang mengaku sudah 10 kali jadi korban delay Lion Air.

Politikus Gerindra ini makin kesal lantaran tidak jelasnya informasi yang disampaikan oleh manajemen Lion Air kepada penumpang. Padahal UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan jelas mengatur tata cara pelayanan dari maskapai terhadap calon penumpang.

Nizar Zahro.

Nizar Zahro. (Foto: dok/JPNN.com)

“Ini sudah keterlaluan, Lion Air harus dicabut perizinannya. Karena dia merugikan calon penumpang, termasuk saya. Manajemennya tidak jujur. Dalam UU Penerbangan disebutkan pengumuman harus disampaikan secara utuh dan jujur. Tapi kenyataannya apa yang terjadi, penerbangan dibatalkan sepihak dan harus berangkat besok pagi,” ucapnya.

Ketidakkonsistenan manajemen Lion Air dalam menginformasikan keterlambatan hingga pembatalan terbang, juga membuat penumpang tidak bisa memilih alternatif penerbangan lain. Bahkan Nizar menilai ada kesengajaan dari maskapai untuk tidak memberangkatkan penumpang.

“Lion sudah tidak layak beroperasi di Indonesia. Saya sebagai anggota komisi yang membidangi perhubungan merekomendasikan kepada dirjen perhubungan udara agar izin terbang Lion Air dicabut,” tandasnya.

9 Pesan Politik Prabowo dalam Pidato HUT Gerindra ke-10

Jurnalpolitik.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan sambutan di acara hari ulang tahun (HUT) ke-10 partainya di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2).

Selama kurang lebih 30 menit Prabowo berpidato, ada sejumlah pesan politik yang diungkapkannya.

1. Jangan masuk partai untuk makan dan agar kaya

Prabowo menegaskan kepada para kader Gerindra, jangan masuk partai untuk cari makan atau kekayaan. Sembari menunjuk foto pahlawan yang dipajang di DPP Gerindra, dia mengatakan, “Jangan kita di sini untuk cari makan, jangan cari kaya. Hati kita yang harus kita mantapkan. Kita taruh (gambar pahlawan) untuk dilihat, diingat perjuangannya, apakah kita pantas meneruskan cita-cita dan menjaga nilai-nilai mereka. Yang kita lihat niatnya.”

2. Jangan benci orang kaya

Prabowo berpesan agara kader Gerindra tidak membenci orang kaya. Sebab, tugas Gerindra adalah membela seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya rakyat kecil atau miskin saja.

“Kita sadar rakyat mengharapkan kita untuk membela seluruh rakyat. Kita tidak boleh benci kepada orang kaya. Kita butuh orang kaya yang cinta tanah air. Itu tujuan dari national building dari pendiri bangsa ini,” katanya.

3. Indonesia kaya dan harus dijaga

Indonesia dengan kekayaannya yang melimpah selalu menjadi incaran para ‘perampok’. Kendati demikian, Prabowo mengatakan bahwa kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan para perampok tersebut. Tugas kita lah menjaga kekayaan yang dimiliki Indonesia.

“Jangan kita salahkan perampok. Mereka emang jiwanya perampok. Kalau kita enggak pandai menjaga kekayaan kita sendiri, itu salah kita sendiri. Kalau rakyat kita tak bisa dan gak sadar menjaga kekayaaan sendiri, kalau pemimpin-pemimpinnya diam dan mengizinkan kekayaan rakyatnya diambil, itu salah kita sendiri dan kita akan malu pada sejarah sendiri,” kata dia.

4. Tidak ada salahnya bekerja sama dengan asing, tapi…

Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh anti asing dan harus bekerja sama. Namun, pemerintah harus tegas ada hal-hal yang tidak boleh diserahkan kepada pihak asing.

“Kita enggak boleh anti-asing, harus kerja sama dengan mereka, tapi ada hal-hal dari pandangan strategi dan geo-strategi, pertahanan, enggak boleh diserahkan ke negara lain,” tegasnya.

5. Kekuasaan itu penuh tantangan dan godaan

Prabowo mengatakan, di saat seseorang berada dalam kekuasaan, akan ada banyak tantangan dan godaan. Oleh sebab itu dia berpesan agar selalu berpegang teguh pada ideologi negara, Pancasila.

“Kita akan tergoda oleh karena mereka yang dalam posisi kedudukan kekuasaan akan tergoda berhadapan dengan masalah-masalah riil dan aktual. Mereka yang masuk kekekuasaan, kalian akan dapatkan tantangan dan godaan. Kita harus selalu setia dan berpegang pada ideologi negara,” tegas Prabowo.

Baca juga: Prabowo: Pak Fadli Juga Bisa Jadi Presiden, Asal Namanya Diganti Jadi Fadli Zono

6. Jika di atas, selalu ingat yang di bawah

Prabowo berpesan agar para kadernya selalu bertutur kata dan berperilaku baik, tidak boleh sombong.

“Saat kau di atas ingatlah yang di bawah. Karena nanti kau ke bawah mereka akan menyapa kalian. Kalau di atas jahat, mereka tak akan lupa,” ucapnya.

7. Jika dicemooh balas dengan kebaikan

Prabowo berpesan kepada para kader untuk tidak menjadi pribadi yang emosional dan pendendam.

“Semakin dihina dan dihantam semakin tegar, semakin kuat dan semakin membalas demi kebaikan. Itu tandanya seorang pendekar. Tapi pendekar itu akan selalu bersama rakyat. Seorang pendekar itu berarti tidak boleh pernah benci, dendam. Kalau Gerindra dihina dan difitnah, kita harus balas dengan kebaikan,” tegasnya.

8. Kebenaran dan agama selalu menang

Prabowo juga berpesan agar para kader selalu yakin bahwasanya kebenaran dan agama akan selalu menang.

“Kita percaya kebenaran selalu menang. Itu ajaran semua agama di dunia. kebenaran selalu menang, jangan ragu. Kita berada di atas jalan yang benar,” kata Prabowo.

9. Hidup harus berarti, jangan takut mati

Manusia, kata Prabowo pasti akan mati. Namun, dia berpesan, jangan pernah takut mati dan harus berusaha agar hidup memiliki penuh arti.

“Kita semua akan mati, jangan takut mati karena itu ciri khas kita paket hemat. Yang penting hidup kita harus penuh arti. Kita semakin menahan diri, jangan pernah emosional,” ucapnya.

Baca juga: Fadli Zon: Hanya Prabowo yang Mampu Mengubah Karut-marut Negeri Ini

Ultah Partai Gerindra Diwarnai Salah Baca Pancasila

Jurnalpolitik.id – Acara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-10 Partai Gerakan Indonesia Ra‎ya (Gerindra) diwarnai dengan salah ucap teks Pancasila.

Partai Gerindra menyelenggarakan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-10, di kantor DPP Gerindra, Jalan Raya Harsono, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Acara dimulai sekitar pukul 10.20 WIB. Ketua Umum, Prabowo Subianto, bersama sejumlah elite partai sudah berada di tempat acara.

Acara dibuka dengan mengheningkan cipta untuk para pahlawan. Dilanjutkan dengan pembacaan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila dengan dipandu oleh kader di atas mimbar.

Pembacaan UUD 1945 berjalan dengan lancar. Dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila.

Saat membaca sila pertama Pancasila, tidak ada masalah. “Satu, Ketuhanan yang Maha Esa,” kata pembaca Pancasila dengan lantang di atas mimbar.

Namun, saat sila kedua dibacakan, pemandu salah ucap. Dia malah menyebut sila kelima. Padahal, saat itu yang harus disebutkan adalah sila kedua.

“Dua, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata pembaca Pancasila.

Sontak para kader langsung mengingatkan. Suasana yang tadinya hening berubah sedikit ramai.

Salah seorang kader partai mengingatkan supaya pemandu pembacaan Pancasila tidak disoraki karena kesalahan ucap.

Husst enggak usah disorakin,” ucap salah satu kader wanita Partai Gerindra.

Setelah dikoreksi, langsung si pemandu Pancasila itu meralat dan melanjutkan pembacaan teks Pancasila. Dia kembali membacakan sila kedua Pancasila dengan benar, sampai sila ke-5.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan sumpah Partai Gerindra. Kali ini berjalan dengan mulus tanpa kesalahan.

Saat memberi sambutan, Ketua Umum Partai, Prabowo Subianto sempat menyinggung kesalahan tersebut.

“Tadi ada kesalahan pengucapan, tapi yang perlu kita lihat adalah niat baiknya. Seperti pembawa bendera yang terjatuh, kita harus hargai semangatnya untuk bangun kembali,” ucap Prabowo diikuti tepuk tangan seluruh kader yang hadir.

Hadir dalam acara ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan pasangannya Sandiaga Uno, Wakil Ketud DPR Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Garda 212, Ansufri Idrus Sambo.

Kemudian wakil ketua umum Gerindra sekaligus Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Mohamad Taufik dan sejumlah pengurus lainnya.

Baca: Prabowo: Pak Fadli Juga Bisa Jadi Presiden, Asal Namanya Diganti Jadi Fadli Zono

Prabowo: Pak Fadli Juga Bisa Jadi Presiden, Asal Namanya Diganti Jadi Fadli Zono

Jurnalpolitik.id – Prabowo Subianto, memberi sambutan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-10 Partai Gerindra, Sabtu (10/2/2018).

Prabowo banyak melontarkan candaan dalam sambutannya tersebut.

Salah satunya yang kena candaannya adalah Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.

Awalnya Prabowo menyapa Waketum Gerindra Ferry Juliantono. Mantan Danjen Kopassus itu menyebut Ferry cocok menjadi Presiden RI lantaran nama belakangnya.

“Ferry Juliantono memenuhi syarat jadi presiden. Ada ‘no’-nya (Juliantono),” kata Prabowo di DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Sabtu (10/2/2018).

Kemudian Prabowo menyebut nama Fadli Zon. Menurutnya, Fadli juga bisa jadi presiden tapi nama belakangnya diedit sedikit.

“Pak Fadli juga bisa, (namanya jadi) Fadli Zono,” canda Prabowo.

Fadli pun terbahak mendengar candaan Prabowo tersebut.

Baca juga: Fadli Zon: Hanya Prabowo yang Mampu Mengubah Karut-marut Negeri Ini

Selain soal Presiden, Prabowo juga menyinggung Fadli soal kontroversialnya.

“Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ini penuh kontroversi. Memang demokrasi butuh kontroversi, asal damai dan tenteram,” kata Prabowo.

Namun Prabowo kerap mengaku dipusingkan oleh kontroversi yang dibuat Fadli Zon. Dan Prabowo mengaku sulit mengontrol Fadli lantaran posisi Fadli di parlemen sebagai Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam.

“Susah mengendalikan beliau. Karena dunia berputar. Dulu Fadli, fruitboy (anak buah, red) saya, sekarang Wakil Ketua DPR. Dari segi protokol saja kalah saya. Tapi di partai aku masih (pemimpin),” ujar Prabowo.

Baca juga: Seruan ‘Prabowo Presiden’ Bergema di Perayaan HUT ke-10 Gerindra

Prabowo pun mengaku kerap marah ketika melihat ada yang salah dari pernyataan Fadli. Namun Fadli tetap saja bisa merayu dengan datang ke kediamannya di Hambalang dan menyanyikan lagu kesukaan.

“Kalau Fadli Zon salah ngomong saya panggil ke ruangan, enggak saya omelin di luar. Meskipun kadang pengin ngomelin,” kata Prabowo yang lagi-lagi langsung disambut gelak tawa para kader.

Selain berbicara soal Fadli, Prabowo juga melontarkan candaan saat menyapa Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani.

Dia mengatakan, Muzani tampak gemibar lantaran berpeluang duduk sebagai Wakil Ketua MPR.

“Ahmad Muzani ko semringah, apa kemungkinan jadi Wakil Ketua MPR? Jangan tepuk tangan dulu, baru kemungkinan loh,” kata Prabowo yang kembali disambut tawa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sempat menyinggung soal isu mahar politik yang menerpa partainya usai pengakuan La Nyalla Mattalitti beberapa waktu lalu.

Prabowo menanyakan hal tersebut ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diusung Gerindra bersama PKS.

“Tanya Pak Anies, berapa duitnya. Pak Anies, kasih mahar nggak ke saya?” kata Prabowo. Anies, yang duduk di barisan depan kemudian merespons dengan menggelengkan kepala.

Baca: Anies-Sandi Hadiri Acara HUT Gerindra

Anies-Sandi Hadiri Acara HUT Gerindra

Jurnalpolitik.id – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno hadir di acara peringatan HUT ke-10 Partai Gerindra yang diselenggarakan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2).

Sekitar pukul 10.30 WIB Anies tiba bersama istrinya, Fery Farhati Ganis. Anies tiba mengenakan kemeja putih dan celana krem, juga memakai kopiah hitam.

Kehadiran Anies dan istri menarik perhatian para kader dan simpatisan Gerindra. Tak sedikit kader yang menyerbunya untuk bersalaman dan meminta foto bersama. Anies pun melayaninya dengan ramah.

Dengan melempar senyum kepada para kader, simpatisan, masyarakat yang hadir maupun awak media, Anies memasuki lokasi acara dengan pengawalan.

Sebelum ke acara ini, Anies diketahui menghadiri acara tablig akbar di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara.

Selain Anies dan istri, Hadir juga Sandiaga Uno yang dalam kepengurusan partai menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra.

Selain Anies-Sandi, tampak juga putri Rachmawati Soekarnoputri dan mantan Ketua Presidium 212, Ansufri Idrus Sambo.

Sementara, Ketua Umum Prabowo Subianto sudah tiba terlebih dahulu pada pukul 09.08 WIB. Prabowo, yang awalnya mengenakan setelan krem, berganti atasan berwarna putih.

Baca: Seruan ‘Prabowo Presiden’ Bergema di Perayaan HUT ke-10 Gerindra

Prabowo bersama petinggi partai di acara HUT ke-10 Gerindra

Prabowo bersama petinggi partai di acara HUT ke-10 Gerindra, Sabtu (10/2/2018). (Foto: detikcom)

Prabowo bersama petinggi partai di acara HUT ke-10 Gerindra,

Prabowo bersama petinggi partai di acara HUT ke-10 Gerindra, Sabtu (10/2/2018). (Foto: detikcom)

Sejumlah petinggi partai Gerindra, pengurus DPP, DPD hingga DPC juga hadir dalam acara ini. Diantaranya, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Edhy Prabowo, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Di dalam Aula Kantor DPP Partai Gerindra, Anies-Sandi duduk bersampingan dengan Prabowo dan petinggi Partai Gerindra lainnya.

Seruan ‘Prabowo Presiden’ Bergema di Perayaan HUT ke-10 Gerindra

Jurnalpolitik.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Gerindra di Kantor DPP, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2).

Mengenakan kemeja safari warna kuning gading, mantan Danjen Kopassus itu tiba sekitar pukul 09.10 WIB dengan disambut marching band dari Tim Drum Band Canka Garuda Yaksa.

Turun dari mobil Lexus B 17 GRD, Prabowo langsung berjalan menuju kantor DPP Gerindra tanpa memberikan keterangan.

Sejumlah elit partai langsung menyalaminya saat tiba di depan kantor DPP Gerindra. Para kader dan simpatisan Gerindra yang mengenakan kemeja putih terdengar menyerukan Prabowo presiden.

“Prabowo presiden, Prabowo presiden, Prabowo presiden,” teriak para kader.

Sementara sejumlah kader tampak membawa atribut bertuliskan ‘Prabowo Presiden’ dan ‘Prabowo for President RI 2019-2024’ yang ditulis di topi, spanduk hingga papan kayu.

Kader partai di acara HUT ke-10 Gerindra

Kader partai di acara HUT ke-10 Gerindra. (Foto: Merdeka.com)

Prabowo terus berjalan sembari menyalami para kader Gerindra dan memasuki kantor DPP Gerindra.

Sejumlah elit partai telah hadir di acara ini. Mereka di antaranya, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Lalu Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo, Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Mohamad Taufik dan sejumlah pengurus lainnya.

Acara ini juga dihadiri ratusan kader dan simpatisan partai berlambang burung Garuda itu.

Acara ini juga dimeriahkan dengan bazar murah, pengobatan gratis, hingga perlombaan untuk para kader yang hadir. Prabowo yang juga Ketua Dewan Pembina Gerindra, dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya.

Fadli Zon: Hanya Prabowo yang Mampu Mengubah Karut-marut Negeri Ini

Jurnalpolitik.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, partainya sudah bulat tekad untuk memperjuangkan Prabowo Subianto agar menduduki kursi Presiden RI. Dengan usia partai yang sudah menginjak 10 tahun pada 6 Februari 2018 lalu, maka, menurut Fadli, Gerindra makin percaya diri mengusung mantan Danjen Kopassus itu.

Fadli menuturkan soal peningkatan pesat yang diperoleh Gerindra terkait dukungan rakyat.

Pada pertama kali ikut Pemilu, yakni tahun 2009 lampau, partai berlambang kepala burung Garuda itu mampu meraih 26 kursi.

“Padahal waktu itu umur Gerindra baru setahun. Itu capaian yang bagus,” kata Fadli, Rabu (7/2/2018).

Lima tahun kemudian, yakni di Pemilu 2014, Gerindra melesat lagi dengan menduduki tiga besar partai peraih suara terbanyak setelah PDI Perjuangan dan Golkar. Jumlah kursi Gerindra di DPR pun melonjak menjadi 73.

“Artinya melonjak hingga sekitar 200 persen. Lonjakan suara Gerindra empat tahun lalu itu merupakan rekor baru, memecahkan rekor lonjakan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009,” sebutnya.

Fadli optimis tren positif Gerindra akan berlanjut. Terbukti, pada Pilkada 2015 dan 2017, Gerindra bisa meraih kemenangan di atas 50 persen.

“Dari sisi kaderisasi, kami juga mencapai banyak kemajuan. Ini bisa dilihat dari 70 persen kandidat kepala dan wakil daerah dalam pilkada serentak merupakan kader internal,” ucapnya.

Baca juga: Fadli Zon: Jokowi Cukup Satu Periode Saja lah, Capek!

Oleh sebab itu, kata Fadli, untuk bisa tetap mendapat kepercayaan rakyat maka jangan sampai berkhianat. Menurut Fadli, sang Ketua Umum selalu berpesan agar kader-kadernya disiplin dalam menjaga amanat.

Untuk itu, Gerindra pun selalu mendengarkan keluh kesah rakyat atas situasi yang mereka hadapi saat ini.

Fadli menilai, rakyat makin susah karena pemerintah meliberalisasikan investasi, membiarkan tenaga kerja asing membanjiri Indonesia, hingga jorjoran utang.

Fadli menegaskan, itulah tugas Gerindra untuk mengoreksi kondisi ini. Caranya adalah dengan memenangkan Pemilu 2019 dan mengantar Prabowo ke kursi Presiden.

“Menangkan pemilu legislatif dan jadikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2019. Itu jalan yang harus kita tempuh untuk mengubah karut-marut negeri kita yang makin salah urus hari ini,” tandasnya.

Baca juga: Amien Rais: Pak Jokowi, Jangan Malu-maluin UGM lah

Duh, PPP Nilai Fadli Zon Cuma Mengkritik Tanpa Mampu Kasih Solusi

Jurnalpolitik.id – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) Arsul Sani tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup satu periode saja dan tak layak untuk dilipih kembali di periode berikutnya.

“Bagi PPP, ya, bukan hal yang luar biasa kalau Fadli Zon bicara seperti itu. Malah yang luar biasa itu kalau di ruang publik dia menyampaikan capaian positif pemerintah,” kata Arsul kepada Kompas, Rabu (31/1/2018).

Baca: Fadli Zon: Jokowi Cukup Satu Periode Saja lah, Capek!

Bagi Arsul, itu hal yang wajar jika oposisi berbicara seperti itu sebab itu diperbolehkan dalam negara demokrasi.

Namun, selain mengkritik kinerja Jokowi, Arsul pun mempertanyakan konsep alternatif apa yang ditawarkan Fadli untuk pemerintah.

“Dan, pada saat yang sama juga tidak menawarkan konsep atau program alternatif yang konkret dan bisa didiskursuskan di ruang publik,” lanjut Arsul.

Dia pun membandingkan dengan partai yang menaunginya, yakni PPP, bersama partai koalisi lain, yang selalu memberi masukan positif kepada Jokowi demi efektifitas jalannya roda pemerintahan.

Menurutnya, selama ini Jokowi selalu menerima masukan tersebut dan menjadikannya kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat.

“PPP, misalnya, selalu menyampaikan kepada Pak Jokowi agar persepsi umat Islam bahwa pemerintahan ini jauh dari aspirasi umat Islam, bahkan anti-Islam, harus terus diperbaiki dengan komunikasi dan program yang jelas,” ucapnya.

Alhamdulillah, Pak Jokowi mendengarkan yang kami sampaikan dan mengartikulasikannya dalam beberapa kebijakan. Contoh soal redistribusi tanah, PPP meminta agar berbagai ormas dan kelompok Islam mendapatkan manfaat maksimal,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, di era pemerintahan Jokowi, kehidupan rakyat semakin sulit. Ia menilai, pemerintah gagal dalam menjalankan program di bidang pangan, nelayan dsb.

“Cukup satu periodelah, sudah capek. Makin susah, jadi saya apa yang dilakukan di satu periode ini saja banyak menimbulkan kesulitan di berbagai sektor,” kata Fadli.

Baca juga: Zulkifli Hasan: PAN Masih Pendukung Pak Jokowi

Zulkifli Hasan: PAN Masih Pendukung Pak Jokowi

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga ketua MPR, Zulkifli Hasan, menegaskan belum ada rencana untuk mendeklarasikan calon presiden (capres) yang didukung partainya.

Hal itu sebagai tanggapan atas rencana Partai Gerindra mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2019.

Deklarasi pengusungan Prabowo sebagai capres rencananya akan dilakukan Gerindra pada perayaan ulang tahun ke-10 partai berlambang kepala burung garuda itu, 6 Februari 2018 mendatang.

Untuk saat ini, kata Zulkifli, PAN masih mendukung Presiden Joko Widodo sampai habis masa jabatannya.

“PAN masih belum. Saya kan pendukung Pak Jokowi,” kata Zulkifli di gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/1).

Baca juga: PKS, PAN, PPP, Hanura dan Nasdem Terancam Tak Dapat Kursi di DPR

Besan dari politikus senior Amien Rais itu juga enggan berbicara soal kemungkinan berapa calon yang akan muncul di Pilpres 2019 setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan presidential threshold (PT) 20 persen tak melanggar konstitusi.

Zulkifli saat ini lebih memilih fokus bekerja memperjuangkan aspirasi rakyat. Belum saatnya untuk memikirkan Pilpres.

“Bagi kami apa yang dirasakan rakyat, itu yang kami perjuangkan. Itu kerja, kerja, kerja,” ujarnya.

Politisi kelahiran Lampung, 17 Mei 1962 itu menambahkan, konsolidasi partai tetap dilakukan. Misalnya untuk memperkuat kerja menjalankan kebijakan yang pro rakyat dan petani.

“Ya jangan sampai harga turun saat petani panen raya. Harga-harga juga harus terjangkau,” kata dia.

Baca juga: Ratusan Purnawirawan TNI-Polri Nyatakan Dukungan untuk Prabowo Capres

Ratusan Purnawirawan TNI-Polri Nyatakan Dukungan untuk Prabowo Capres

Ratusan purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam Purnawirawan Pejuang Indonesia Rayat (PPIR) Kabupaten Jember menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden di Pemilu 2019 mendatang, Sabtu (27/1/2018).

Menurut Koordinator PPIR Jember, Usdhiyanto, pihaknya merasa yakin Prabowo bisa mengemban amanah dengan baik dan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

“Jadi dukungan itu bukan semata-mata beliau dulu adalah pimpinan kami, tetapi kami yakin, beliau bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” tutur Usdhiyanto.

Selain itu, program yang ditawarkan oleh Partai Gerindra dinilai cukup tepat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Makanya kami memilih bergabung ke organisasi (PPIR) ini, karena Gerindra memiliki komitmen untuk membangun bangsa ini,” imbuhnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Jember, HM Satib, mengapresiasi dukungan yang diberikan purnawirawan tersebut.

“Tentu ini menjadi suntikan moral bagi kami, serta modal besar kami agar pada Pemilu mendatang, Gerindra menang dan Pak Prabowo bisa menjadi presiden,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Satib, pihaknya akan lebih intens menjalin komunikasi dengan purnawirawan yang telah bergabung dengan PPIR.

“Kami akan terus konsolidasi, karena pemiliu sudah semakin dekat,” katanya.