Pemerintahan

Soal Menkeu Sri Mulyani, Fadli Zon: Menteri Terbaik di Mata Asing!

Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Foto: Galuh Ratnatika)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali meraih penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia pada 2 April 2019. Hal ini merupakan yang ketiga kalinya Sri Mulyani mendapatkan predikat itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut Sri Mulyani hanya sebagai menteri keuangan terbaik di mata asing bukan di mata masyarakat Indonesia. Kritik tersebut dilontarkan Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, @fadlizon.

BACA JUGA: Sri Mulyani Kembali Dinobatkan sebagai Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik

“Terbaik di mata asing, bukan di mata rakyat Indonesia. Ia telah membuat tuannya senang makanya diganjar hadiah. Bu, hadiah terbaik adalah dr rakyat, yaitu bisa tersenyum dg keadaan. Ekonomi sulit rakyat makin menderita,” tulis Fadli Zon seperti dilihat pada akun Twitter resminya, Jumat, 5 April 2019.

Kritikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu ia mengucapkan hal serupa ketika Sri Mulyani mendapat gelar Menteri terbaik di dunia. Penghargaan itu diberikan oleh World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Ads

Majalah FinanceAsia mengeluarkan penilaian kinerja Menteri Keuangan di kawasan Asia Pasifik. Media ini melakukan penilaian dengan melihat bagaimana para Menteri Keuangan tersebut mengelola keuangan negara dalam kurun waktu satu tahun di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global.

Sebelumnya, Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menkeu Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia pada 2 April 2019. Sebelum itu, FinanceAsia juga telah menobatkan Sri Mulyani sebagai Menkeu terbaik se-Asia Pasifik pada tahun 2017 dan 2018.

BACA JUGA: Sandi ke Sri Mulyani: Bersama Kami Akan Jauh Lebih Cemerlang

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan, menurut FinanceAsia, Sri Mulyani berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terakhir pada 2018 (1,7 persen dari Produk Domestik Bruto).

“Melalui program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada tahun 2016-2017, Menkeu Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan kepatuhan pajak (tax compliance), yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan,” kata Nufransa Wira Sakti dalam keterangannya, Kamis, 4 April 2019.

Nufransa Wira Sakti menambahkan, melalui Global Green Sukuk, Sri Mulyani juga mengantarkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjual green bonds, surat utang yang digunakan secara spesifik untuk membiayai proyek-proyek untuk iklim dan lingkungan, yang terjual hingga US$ 1,25 miliar.

“Selain itu, di tengah pelemahan nilai tukar seiring perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Pemerintah bersama Bank Indonesia juga dinilai berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” imbuhnya.

Loading...