Pemilu, Pilpres

Prabowo Sebut Suaranya akan Dicuri, KPU: Siapa yang Nyuri?

Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menanggapi pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan ada potensi suara dicuri. Arief menegaskan suara Pilpres tak ada yang bisa dicuri.

Ia mengatakan, mekanisme rekapitulasi pada pemilu kali ini menyulitkan terjadinya pencurian suara.

“Masih menanyakan suaranya dicuri. Siapa yang nyuri? Nggak, nggak bisa suaranya dicuri,” kata Arief di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

BACA JUGA: Prabowo: Kita Harus Menang Selisih 25% karena Potensi Dicuri Sekian Belas Persen

Arief kembali menegaskan KPU memiliki mekanisme penghitungan suara yang transparan. Untuk itu, praktik kecurangan akan diketahui dengan sistem yang sudah terbangun.

“Dengan mekanisme yang dibangun oleh KPU Sekarang, kalau ada yang nyuri, akan ketahuan. Dan kemudian Bawaslu juga bisa memberi rekomendasi untuk koreksi kalau memang ada kesalahan,” ujar Arief.

Ads

Meski demikian, Arief mengakui potensi kecurangan bisa saja terjadi. Sistem pengawasan akan dilakukan untuk membangun sistem transparan.

BACA JUGA: Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Habib Rizieq Ajak Massa Putihkan GBK

“Jadi kalau ada yang curang akan ketahuan. Dan kalau ketahuan akan kita, pertama mengambil tindakan penegakan hukumnya. Yang kedua bisa dilakukan koreksi,” ungkap Arief.

Sebelumnya, Prabowo mengajak para pendukungnya mengawal kemenangan pasangan nomor urut 02 di Pilpres 2019. Dia mengatakan Prabowo-Sandiaga Uno harus menang dengan minimal selisih 25%.

“Kita harus menang dengan angka yang sangat besar. Kita harus menang dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen. Hanya itu usaha kita,” kata Prabowo saat berpidato di acara silaturahim Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi Alumni, dan Aktivis Kampus Indonesia di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Loading...