Legislatif, Pilpres

Caleg Gerindra Dipecat Karena Dukung Jokowi

Cik Naya menghadiri kampanye akbar Jokowi-Maaruf Amin di PSCC Palembang, Selasa (2/4). (Istimewa)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra kota Palembang memecat kadernya, Cik Naya, karena mendukung Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf di Pilpres 2019.

Cik Naya yang tercatat sebagai Caleg Gerindra untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang di daerah pemilihan VI ini menghadiri kampanye Jokowi di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Sumatera Selatan, pada Selasa (2/4/2019) lalu.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Palembang, Sri Wahyuni, membenarkan adanya salah satu kader sekaligus Caleg Partai Gerindra yang dipecat. Hal itu berdasarkan hasil keputusan dalam rapat bersama pengurus partai. Hasilnya, semua pengurus sepakat memecat sekaligus mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra atas nama Cik Naya.

BACA JUGA: Ustaz Yusuf Mansur: Bismillah, Saya Memilih Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin

“Pemecatan merupakan hasil keputusan rapat bersama pengurus partai. Hasilnya, semua pengurus sepakat memecat sekaligus mencabut Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra atas nama Cik Naya terhitung sejak 3 April 2019,” ujar Sri, Rabu (10/4).

Sri mengatakan kader yang bersangkutan sebelum dipecat merupakan Wakil Sekretaris DPC Gerindra Palembang. Naya disebut melakukan perbuatan yang melenceng dari anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Gerindra yang mendukung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Pemecatan Cik Naya sebagai kader partai Gerindra, menurut Sri, juga sebagai bentuk peringatan bagi para anggota yang lain agar bisa patuh kepada putusan partai untuk mendukung penuh calon presiden nomor urut 02.

Ads

“Solidaritas partai harus terjaga, kita harus all out berjuang memenangkan pemilu legislatif dan paslon Pilpres 2019. Karena itu soliditas partai harus terjaga,” ujarnya.

BACA JUGA: Sekjen PSI: Haram Koalisi dengan PKS

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Palembang Abdul Malik mengatakan, keputusan mengenai pemecatan seorang kader yang termasuk dalam daftar calon tetap (DCT) adalah hak internal dari partai yang bersangkutan.

Berdasarkan aturan, Malik berujar, ada tiga hal yang dapat membatalkan status caleg seseorang. Yakni meninggal dunia, terjerat kasus hukum hingga dipenjara, dan dipecat atau diberhentikan oleh partai.

“Sejauh ini kami belum menerima surat keterangan dari partai bersangkutan terkait hal tersebut,” ujarnya.

Loading...