Hukum

Suap Kalapas Sukamiskin, Suami Inneke Koesherawati Divonis 3,5 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan vonis bersalah terhadap terdakwa kasus pemberian suap mantan Kalapas Sukamiskin, Fahmi Darmawansyah, Rabu (20/3). (CNN Indonesia/Huyogo)

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara atau 3 tahun 6 bulan penjara terhadap suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, dalam kasus suap pada eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

Dalam sidang vonis yang digelar di Ruang Sidang VI, hakim menyebutkan Fahmi Darmawansyah terbukti bersalah setelah memberikan sejumlah uang kepada Kalapas dan barang berharga demi fasilitas mewah di dalam penjara serta izin untuk bisa ke luar penjara.

“Dalam persidangan dapat dibuktikan terdakwa memberikan sesuatu pada Wahid Husein berupa mobil dan sejumlah barang lainnya,” ujar hakim saat membacakan vonis, Rabu (20/3/2019).

BACA JUGA: Tanggapi OTT Kalapas Sukamiskin, Fahri Hamzah: KPK Kurang Kerjaan

Hakim menyebutkan Fahmi bersalah sesuai dengan dakwaan Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhi hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 4 bulan penjara,” kata hakim.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Ada hal yang memberatkan terdakwa, yakni tidak mematuhi aturan dengan melakukan tindakan korupsi yang tengah diberantas pemerintah.

BACA JUGA: KPK: Napi Bayar Rp 200-500 Juta untuk Mendapatkan Fasilitas Mewah di Sukamiskin

Ads

“Hal memberatkan perbuatan terdakwa sangat bertentangan dengan upaya pemerintah yang gencar melawan tindak pidana korupsi. Terdakwa juga mengulangi perbuatannya,” kata hakim.

Sedangkan hal yang meringankan ialah terdakwa bersikap sopan dan kooperatif selama menjalani proses persidangan serta menyesali segala perbuatannya.

Menanggapi putusan itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Langkah yang sama juga diambil jaksa penuntut umum.

Sebelumnya Fahmi Darmawansyah mendekam di Lapas Sukamiskin karena telah menyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kasus suap tersebut terkait dengan pengadaan monitoring satelit di Bakamla. Jaksa KPK menyebutkan hal itu yang memberatkan Fahmi Darmawansyah karena telah mengulangi perbuatannya dengan tuntutan maksimal.

 

 

 

Loading...