Hukum

Fadli Mengelak Disebut Penyebar Pertama Kasus Ratna Sarumpaet

Fadli Zon
Fadli Zon. (Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengelak disebut sebagai penyebar pertama hoaks soal penganiayaan Ratna Sarumpaet. Nama Fadli disebut-sebut dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya kira nggak ada ya. Dari keterangan saya yang lalu, juga nggak ada sama sekali (saya yang menyebarkan hoax penganiayaan Ratna). Waktu itu sudah dijelasin. Ya, kita lihat saja prosesnya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, SelSelasa, 26 Maret 2019.

BACA JUGA : Nama Fadli Zon dan Dahnil Anzar Terseret dalam Sidang Hoaks Ratna Sarumpaet

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempersilakan kasus ini diusut di persidangan.

Fadli menjelaskan dirinya memang menerima laporan soal penganiayaan itu dari Ratna secara langsung. Namun, lanjut Fadli, dirinya saat itu tidak mengetahui soal kebohongan Ratna.

“Itu kan laporan dari seseorang ya, kita nggak tahu apakah laporan itu adalah kebohongan,” ujar Fadli.

“Kalau ada orang yang mengatakan kita yang menyebarkan, tugas DPR itu adalah menerima pengaduan masyarakat dan itu dilindungi UU,” imbuh Wakil Ketua DPR itu.

Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019. Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Panit Sidik Unit 1 Jatanras AKP Niko Purba menyebut nama Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ads

“Jawa Pos seingat saya, statement-nya Dahnil Anzar membenarkan Ibu Ratna sebagai korban penganiayaan. Kalau Tribunnews adanya statement Fadli Zon yang membenarkan juga Ibu Ratna sebagai korban penganiayaan,” kata Niko di PN Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019.

Dia mengetahui berita penganiayaan ini pertama kali dari media pemberitaan daring Tribunnews.com dan Jawapos.com. Saat berita itu muncul, barulah saksi bersama tim penyelidik dan penyidik memeriksa kebenaran berita tersebut.

BACA JUGA : Pengacara: Timses Prabowo Tak Pernah Besuk Ratna Sarumpaet Selama Ditahan

Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.

Usai ramai-ramai berita itu, Ratna mengaku, berita penganiayaan terhadap dirinya bohong. Dia mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik.

Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.

Akibat kebohongannya itu, Ratna ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Loading...