Pemilu, Pilpres

TKN Jokowi Sebut Sosok di Balik Indomatrik Miliki Rekam Jejak Bermasalah

Ace Hasan Syadzily
Ace Hasan Syadzily. (Foto: Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com)

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut lembaga survei Indomatrik dan Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dipimpin oleh orang yang sama, yaitu Husin Yazid.

Dua lembaga survei tersebut, menurut TKN, memiliki rekam jejak bermasalah.

“Antara Puskaptis dan Indomatrik sama saja. Kedua-duanya memiliki rekam jejak bermasalah,” kata juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Sebelumnya, Indomatrik merilis hasil survei terkait pemilihan presiden 2019. Hasil survei Indomatrik jadi sorotan lantaran menampilkan angka yang jauh berbeda dengan survei lembaga lain.

Pada survei Indomatrik, selisih elektabilitas antara pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sangat tipis, hanya terpaut 3,93%.

Sementara Puskaptis bermasalah pada 2014 silam. Saat itu Puskaptis merupakan salah satu lembaga survei yang dituding melakukan manipulasi dan pembohongan publik karena merilis data quick count yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa, padahal sejumlah lembaga survei lainnya merilis Jokowi-Jusuf Kalla yang menang. Hasil survei Puskaptis melenceng jauh dari real count KPU.

Direktur Riset Indomatrik Husin Yazid

Direktur Riset Indomatrik Husin Yazid (Foto: Detikcom)

Puskaptis kemudian dikeluarkan dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) karena masalah tersebut. Saat itu Husin Yazid merupakan Direktur Eksekutif Puskaptis. Saat ini Yazid menjadi Direktur Riset di Indomatrik.

“Lembaga itu terbukti pernah bermasalah dalam survei dan hitung cepat Pilpres 2014 yang lalu. Saya kira secara tegas Ketua Persepi, lembaga asosiasi survei yang selama ini melakukan menjaga metodologi dan penegakan etika lembaga survei menyatakan bahwa Puskaptis dikeluarkan,” ujar Ace.

Ads

Dia pun menilai Indomatrik punya motif tertentu lewat hasil surveinya. Ace meminta masyarakat waspada dalam melihat hasil survei terkait pemilu.

“Karena itu, jika asosiasi lembaga survei sudah menyatakan telah diberikan sanksi, maka lembaga survei itu sudah tidak memiliki legitimasi lagi untuk menyampaikan surveinya. Pasti ada motifnya. Saya khawatir Ini menjadi bagian dari penggiringan opini untuk pasangan calon tertentu,” lanjut Ace.

Politikus Golkar itu juga menduga ada motif bisnis di balik munculnya surveri Indomatrik.

“Lembaga survei ini seperti ini dapat membodohi rakyat dengan tujuan penggiringan opini dengan motif bisnis. Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” jelas Ace.

Husni Yazid sendiri sudah menanggapi soal adanya tudingan terhadap Indomatrik yang dinilai dibuat untuk menguntungkan Prabowo-Sandiaga. Ia menegaskan memimpin lembaga riset yang independen.

“Tidak ada bukti (berpihak ke Prabowo-Sandiaga). Saya benar-benar independen. Saya beri pembelajaran kepada masyarakat ini fenomena 5 tahunan. Saya mempunyai rasa bertanggung jawab. Rasa panggilan saya tentang ilmu metodologi survei. Dan masalah duit, itu duit kami sendiri. Kami siap, kami jelaskan semua metodologi,” tegas Yazid, Sabtu (16/2).

Loading...