Uncategorized

Komentari Kasus Novel, Antasari: Kasus Saya Aja 8 Tahun Selesai

Jurnalpolitik.id – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengetahui hal-hal yang harus diperbaiki dalam penegakkan hukum di Indonesia, termasuk dalam penanganan kasus penyiraman terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan dengan air keras.

“Itu sudah ada di otak Pak Jokowi. Nanti akan dikeluarkan,” kata Antasari di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

BACA JUGAAndi Arief Minta Jokowi Serahkan Matanya untuk Novel Baswedan

Hal ini dikatakan Antasari untuk menyikapi debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pekan depan terkait penanganan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Salah satu hal yang terus disorot kepada calon petahana adalah belum selesainya kasus hukum penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan tahun lalu.

Perkara ini kemudian dikaitkan sejumlah pihak dengan posisi Jokowi dalam menangani permasalahan hukum serta HAM. Antasari menyatakan Jokowi mengerti betul sebagai Presiden tak bisa mengintervensi proses hukum.

“Beliau kan tidak mau intervensi. [Kasus] itu akan selesai nanti. [Kasus] saya aja 8 tahun kok, masalah saya sudah selesai? Lah saya?” cetusnya.

Ads

Antasari divonis 18 tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan, setelah dinyatakan terbukti membunuh Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Antasari melalui pengacaranya mengajukan banding, kasasi, serta peninjauan kembali atau PK, namun tetap dihukum.


Antasari mengajukan grasi pada 2015 ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung kemudian mengirimkan pertimbangan ke Presiden pada akhir 2016. Presiden Jokowi lalu mengabulkan grasi yang diajukan Antasari.

BACA JUGAKPK: Rekaman CCTV Novel Baswedan Sudah Diserahkan ke Polri

Dia menilai penegakkan hukum di bawah kepemimpinan Jokowi saat ini lebih baik. Antasari menyakini Jokowi akan memperbaiki penegakkan hukum di Indonesia, khususnya masalah pemberantasan korupsi.

“Beliau itu orang baik. Beliau concern dengan kasus korupsi dan beliau ingin keadilan itu ada. Teriakan keadilan di masyarakat muncul nanti,” kata dia.

Sebelumnya, Anggota Direktorat Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, menyebut Jokowi gagal menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu seperti yang dijanjikannya pada Pilpres 2014. Selain itu, Jokowi disebutnya tak juga menyelesaikan kasus Novel Baswedan.

Loading...