Jika Terbukti Curang, Amien Rais Ajak Massa Gempur KPU

Kategori: Uncategorized Pada: . Topik: , , , ,

Jurnalpolitik.id – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengajak para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bekerja militan. Amien meminta para simpatisan untuk mengawasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) supaya proses Pemilu tidak dicurangi.


Hal itu disampaikan saat diskusi bertajuk ‘Refleksi Malari Ganti Nakhoda Negeri?’ di Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, JakartaPusat, Selasa (15/1/2019).
BACA JUGAAmien Rais ke KPU: Jangan Sok Berkuasa, Anda Hanya Pelaksana!

“Jadi ( Jokowi) ini tidak boleh menang. Ini harus militan. Awas kalau sampai KPU curang kita gempur bersama. Kita lebih pandai dari pemerintah. Bayangkan 31 juta daftar bodong, KTP dibuang di tong, di sawah ini kan kurang ajar,” kata Amien.

“Jadi saya tidak main-main mengatakan awas kalau KPU curang dan kita punya bukti, saya kira kita lindas. Dan ini kita sudah pikir tak boleh leha-leha tinggal 90 hari lagi,” sambung Amien.

Di mata Amien, cara Presiden Jokowi memimpin negara tidak benar. Contohnya tak bisa membuat suasana politik kondusif dengan memecah partai politik dan memecah ulama dan organisasi masyarakat. Oleh karenanya, Amien yakin Prabowo-Sandi bisa menang dan syukuran saat waktu maghrib.

“Presiden tidak benar membiarkan parpol dipecah, ulama dipecah bahkan ormas mau dipecah maka kita insyallah 17 April tahun ini kira kira magrib sudah bisa syukuran,” ujar Amien.

“Kemudian Insha Allah Presiden dilantik 20 Oktober. Jadi 17 April sampai Oktober itu nanti Pak Jokowi namanya presiden bebek lumpuh. Tidak boleh buat ini itu. Tidak boleh buat yang macem macem karen sudah lumpuh. Dan akhirnya perjuangan kita menang kalau dapat izin Allah,” ucap Amien.

BACA JUGAAmien Rais: Revolusi Mental Pak Jokowi Tidak Jelas

Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu mengajak masyarakat berdoa usai salat maghrib mendoakan Prabowo-Sandi menang mutlak di Pilpres 2019.

“Kita berusaha, berdoa dan tiap magrib kita pakai bahasa daerah kita mohon pada Allah dapat presiden yang arah lebih bagus,” pugkas Amien.