Connect with us

Dunia

Ketika Trump Cekcok dengan Jurnalis CNN: Tarik Mikrofon dan Cabut Akses ke Gedung Putih

Terbit:

pada

Presiden AS Donald Trump adu mulut dengan jurnalis CNN, Jim Acosta
Presiden AS Donald Trump adu mulut dengan jurnalis CNN, Jim Acosta. (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

Jurnalpolitik.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat bersitegang dengan seorang wartawan CNN pada pada Rabu (7/11/2018).

Peristiwa terjadi saat Trump menggelar konferensi pers di Gedung Putih untuk membahas pemilihan umum sela yang hasilnya menunjukkan Partai Demokrat menguasai Dewan Perwakilan, sementara Partai Republik mengamankan Senat.

Pada sesi tanya jawab, jurnalis CNN, Jim Acosta, bertanya soal kampanye Trump yang menyebut bahwa karavan berisi imigran di perbatasan Meksiko dengan AS sebagai “invasi.”

“Karavan itu bukan invasi. Itu adalah sekelompok imigran yang dari Amerika Tengah menuju perbatasan Amerika…” kata Acosta.

Belum selesai Acosta menyampaikan pertanyaannya, Trump memotongnya dengan menjawab, “Saya pikir Anda harus membiarkan saya menjalankan pemerintahan, Anda tetap bekerja di CNN, dan jika Anda bekerja dengan baik, rating kalian akan lebih bagus.”

Baca juga: Bela Prabowo Soal ‘Make Indonesia Great Again’, Berkarya Samakan Trump dengan Tokoh Besar Dunia

Pada saat Acosta mencoba kembali mengajukan pertanyaan, Trump berkata, “Sudah cukup,” seraya mengarahkan telunjuknya ke arah wartawan CNN tersebut.

Seorang staf perempuan yang berada mencoba menarik mikrofon dari tangan Acosta.

Namun jurnalis itu mempertahankan mikrofonnya dan berkata, “Maaf, nona. Saya ingin mengajukan pertanyaan lain.”

“Jika saya boleh bertanya, Pak Presiden, mengenai penyelidikan Rusia. Apakah Anda khawatir…” lanjut Acosta.

Lagi-lagi, belum selesai Acosta menyampaikan pertanyaan, Trump langsung menjawab, “Saya tidak khawatir mengenai apa pun terkait penyelidikan Rusia karena itu hoaks. Sudah cukup, taruh mikrofonnya.”

Namun, Acosta tetap berkeras melontarkan pertanyaan. Kali ini mengenai penyelidikan intervensi Rusia dalam pemilu 2016 yang kini mulai menyasar sang presiden.

Baca juga: Sesumbar Trump: Semua Warga AS Akan Jatuh Miskin Jika Dirinya Dilengserkan

Trump enggan menjawab pertanyaan Acosta. Dia berjalan sedikit ke samping sebagai tanda penolakan. Pada saat itulah staf Gedung Putih mengambil mikrofon dari tangan jurnalis CNN itu.

Trump kemudian kembali ke podiumnya dan berkata, “Saya rasa CNN akan malu memiliki wartawan seperti Anda. Anda adalah orang yang kasar. Anda seharusnya tak bekerja untuk CNN,” katanya sambil menunjuk Acosta.

Presiden Trump kemudian memberikan kesempatan kepada jurnalis lain untuk bertanya. Kali ini dari NBC, Peter Alexander. Namun, Alexander malah membela Acosta dan mengatakan bahwa jurnalis CNN itu sebenarnya hebat.

“Ya, saya juga bukan penggemar Anda, sejujurnya,” ucap Trump yang kemudian menunjuk Acosta dan berkata, “Tolong, duduk.”

Menjelang akhir konferensi pers, reporter PBS, Yamiche Alcindor, bertanya terkait pernyataan Trump yang mengaku sebagai seorang “nasionalis.”

Wartawan kulit hitam itu bertanya soal kekhawatiran Trump jika pernyataan itu memicu kebangkitan supremasi kulit putih.

Trump hanya menjawab, “Pertanyaan rasis.”

Baca juga: Staf Presiden Ungkap Kacaunya Gedung Putih di Era Trump

Dilarang masuk Gedung Putih

Buntut dari percekcokan tersebut, Gedung Putih mencabut akses masuk jurnalis CNN, Jim Acosta.

“Gedung Putih menangguhkan akses masuk reporter terkait sampai pemberitahuan selanjutnya,” kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, sebagaimana dikutip AFP.

Tak lama setelah pemberitahuan tersebut, melalui akun Twitter pribadinya, Acosta mengaku tidak bisa masuk ke Gedung Putih.

“Saya tidak diizinkan masuk Gedung Putih. Secret Service memberi tahu saya tidak bisa masuk Gedung Putih program jam 08.00 saya,” kicau Acosta.

Acosta lantas mengunggah video saat dia dilarang masuk ke dalam Gedung Putih. Dalam video yang miring itu, Acosta bercerita di hadapan Secret Service yang mengadangnya.

“Saya Jim Acosta. Saya tidak diperbolehkan masuk oleh Secret Service, tidak apa-apa karena ia menjalankan tugasnya,” katanya.

Ia lantas memberikan kartu aksesnya kepada petugas tersebut. Sang petugas mengambil kartu akses Acosta dan mengembalikan talinya kepada sang reporter.

Baca juga: 10 Temuan Menghebohkan dari Buku Trump ‘Fire and Fury’: ‘Hilang Akal’ Saat Menang Pilpres, Takut Tinggal di Gedung Putih

Kicauan Acosta selanjutnya adalah balasan terhadap pernyataan Sanders melalui Twitter.

“Presiden Trump meyakini kebebasan pers dan menyambut pertanyaan sulit untuknya dan pemerintahannya. Namun, kami tidak akan pernah memberikan toleransi bagi reporter yang menempatkan tangannya pada perempuan yang berusaha melakukan tugasnya sebagai anak magang di Gedung Putih,” tulis Sanders.

Acosta hanya membalas kicauan tersebut dengan menulis, “Ini adalah kebohongan.”

Simak selengkapnya dalam video berikut:

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending