Connect with us

Pemerintahan

Mengejutkan, Bupati Indramayu Ajukan Surat Pengunduran Diri, Apa Alasannya?

Terbit:

pada

Bupati Indramayu Anna Sophana

Jurnalpolitik.id – Secara tiba-tiba Bupati Indramayu, Anna Sophanah, menyatakan mundur dari jabatannya. Kabar mengejutkan ini bikin geger publik.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku sudah menerima surat pengajuan pengunduran diri tersebut. Ada dua surat yang dikirim Anna, satu pribadi dan satu kelembagaan.

“Sudah terima (surat pengunduran dirinya). Memang namanya orang mengundurkan diri, artinya sudah merasa tidak memungkinkan berada di posisi itu. Saya kira nanti di-follow up,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di gedung Landmark, Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (6/11/2018).

Ridwan mengaku segera menyampaikan surat pengunduran diri Anna ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Jika pengunduran diri diterima, Supendi kemungkinan besar akan menggantikan Anna.

Anna menjabat sebagai Bupati Indramayu sejak 2010 didampingi wakilnya, Supendi. Pada Pilkada Serentak 2015 lalu, politisi berusia 60 tahun itu kembali maju berpasangan dengan Supendi. Pasangan petahana ini kembali terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu periode 2016-2021.

Lantas, apa alasan Anna mundur?

“Alasannya lebih banyak alasan keluarga. Jadi bukan urusan kedinasan, jadi ingin lebih mengurusi keluarga di sisa waktunya yang mungkin selama ini agak terkendala karena kedinasan luar biasa,” ujar Emil.

Hal senada disampaikan Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Indramayu Tedy R Lantri. “Alasannya, fokus mengurus rumah tangga. Selain itu, ingin fokus berbakti kepada orang tuanya,” ucap Teddy.

Surat pengunduran dari Anna dilayangkan ke Gubernur Jabar pada Selasa 30 Oktober lalu, atau tak lama setelah suaminya, Irianto MS Syaifuddin alias Yance, bebas bersyarat.

Yance yang juga merupakan mantan Bupati Indramayu dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani hukuman di Lapas Klas II B Indramayu pada September.

“Iya benar. Bebas bersyarat sekitar September lalu. Keputusan bebas bersyarat ini sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata Kalapas Klas II B Indramayu Sulis Setiadi kepada detikcom, Selasa (6/11/2018).

Menurut Sulis, Yance telah menjalani hukuman selama tiga tahun lebih di Lapas Klas II B Cirebon. Selama masa penahanan, dikatakan Sulis, Yance menaati aturan yang ada.

“Ya sebelumnya mengikuti masa transisi di Bapas Klas I Cirebon. Untuk lebih jelasnya silakan ke Bapas saja,” ujar Sulis.

Untuk informasi, Yance tersandung kasus korupsi pembebasan lahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) I di Sumuradem Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2004. Yance ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pada 12 September 2010. Pada 2016 Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman empat tahun penjara.

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending