Connect with us
Kantor DPD PKS Sidoarjo Kantor DPD PKS Sidoarjo

Legislatif

Setelah DPW PKS Bali, Kini Pengurus DPC PKS di Sidoarjo Ramai-ramai Mundur

Published

on

Jurnalpolitik.id – Seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Dilansir Tribunnews.com Jumat 28 September 2018, pengunduran diri para pengurus tertuang dalam surat yang ditandatangani delapan orang pengurus PKS cabang Sukodono.

Dalam surat disebutkan, salah satu alasan pengunduran diri karena adanya labelisasi dan memata-matai terhadap kader tertentu.

“Adanya labelisasi dan memata-matai terhadap kader tertentu sehingga mengakibatkan lemahnya soliditas dan ukhuwah antar kader, membuat hubungan kerja organisasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” demikian tertulis di surat pengunduran diri bertanggal 26 September 2018 tersebut.

Ketua DPC PKS Sukodono, Ahmad Mundzir, membenarkan pengunduran diri para pengurus PKS tersebut.

“Ya benar, per hari ini saya kirimkan surat pengunduran diri dari ketua DPC PKS Sukodono kepada ketua DPD PKS Kabupaten Sidoarjo,” kata Mundzir, Jumat (28/9/2018).

Mundzir pun mengungkapkan alasan lain di balik pengunduran diri dari struktural PKS.

Mundzir menegaskan, dirinya menolak untuk berbaiat ulang dan janji setia kepada PKS. Padahal, menurutnya, hal itu tidak pernah diadakan sebelumnya.

“Dengan adanya tanda tangan ulang di atas materai untuk janji setia kepada PKS yang sebelum-sebelumnya tidak pernah dilakukan,” kata Mundzir.

Surat pengunduran diri pengurus DPC PKS Kecamatan Sukodono.

Surat pengunduran diri pengurus DPC PKS Kecamatan Sukodono. (Foto: istimewa)

Satu di antara nilai yang dipegang oleh para kader PKS, kata Mundzir, adalah rasa saling percaya.

Dengan adanya baiat ulang dan janji setia menimbulkan rasa ketidakpercayaan dari struktur kepada kadernya.

Dia menilai, hal ini melecehkan dan menyakiti para kader yang telah berjuang membangun PKS sejak awal hingga menjadi seperti sekarang ini.

“Di PKS semua kader berdasarkan trustworthy (saling percaya). Dan dengan adanya janji setia ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan struktur kepada kadernya, dan ini seperti melecehkan dan menyakiti para kader dan masyaikh yang telah berjuang dari awal untuk membangun PKS sampai menjadi seperti saat ini,” ujarnya.

Baca juga: Fahri: di PKS Boleh Melakukan Kejahatan Apa pun yang Penting Nurut Sama Pimpinan

Sebelumnya, pengurus dan kader di Bali pun ramai-ramai mengundurkan diri.

Ketua Demisioner DPW PKS Bali, Mudjiono, mengatakan, pengunduran diri seluruh pengurus dan kader PKS ini disebabkan oleh kekecewaan dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang dinilai tidak demokratis.

“Kami bersama jajaran DPW, Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD), kader inti, dan anggota PKS se-Bali menyatakan mundur dari jabatan struktural pengurus PKS dan meletakkan status sebagai kader dan anggota PKS yang kami tujukan kepada Ketua Majelis Syuro (KMS) selaku pimpinan tertinggi PKS dengan tembusan kepada presiden PKS,” kata Mudjiono, Jumat, 28 September 2018.

Mudjiono mengklaim ada sekitar 4600 kader dan pengurus Bali yang loyal dan siap mengundurkan diri.

Baca: DPW PKS Bali Ramai-ramai Mundur: 20 Tahun Kita Urus Partai Tapi Dibeginikan

Selain di Bali, sejumlah kader dan pengurus PKS di daerah lain juga telah mengajukan pengunduran diri.

Ketua DPC PKS Palmerah, Djoni Siswoyo, mengundurkan diri pada Rabu (19/9/2018) lalu. Kemudian Muhaimin Tamim yang sebelumnya anggota DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, juga mengundurkan diri.

Juga Mohammad Sabiqin, Ketua Kaderisasi DPW PKS Jawa Barat, mengundurkan diri dari partai pimpinan Sohibul Iman tersebut.

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending