Connect with us

Legislatif

Fahri: Apa Gunanya Presiden Bolak-balik Tinjau Korban Gempa Kalau Dana Gak Cair

Terbit:

pada

Jurnalpolitik.id – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyoroti persoalan dana bantuan dari pemerintah untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat yang hingga kini belum juga turun. Pasalnya, dana tersebut sangat diperlukan untuk rehabilitasi rumah korban pasca gempa di Lombok dan Sumbawa.

Usai berdialog dengan para korban gempa di pengungsian Sumbawa, Fahri menuturkan jika para korban mengeluhkan lambannya pencairan dana. Padahal, mereka sangat membutuhkan dana tersebut untuk membangun kembali tempat tinggal mereka yang roboh akibat gempa.

“Temuan secara umum di lapangan adalah pemerintah belum menurunkan dana apapun yang terkait dengan rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa NTB,” kata Fahri usai bertemu dengan korban gempa di Sumbawa, Kamis (6/9).

Dari situ Fahri mempertanyakan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya di Lombok yang tercatat sudah tiga kali. Tapi bantuan dana belum juga dicairkan pada warga untuk recovery dan rehabilitasi.

“Kalau kita lihat kesungguhan, kedatangan Pak Jokowi berkali-kali (kunjungi korban) itu semacam kesungguhan, tapi apa gunanya presiden datang kalau uangnya tidak netes (cair). Ini yang kita perlukan, uangnya netes,” ujar Fahri.

Fahri mengimbau agar pencairan dana dilakukan secara sistematis dan langsung kepada masyarakat.

“Saya juga mendorong pemerintah penanganan satu pintu terhadap bencana ini yang lebih cepat, langsung kalau bisa. Jangan di luar sana pemerintah bilang ada Rp4 triliun, tapi buka rekening belum ada uangnya,” pungkasnya.

Fahhri Hamzah dengan didampingi anggota DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani, mengunjungi Pulau Bungin yang lokasinya sangat dekat dengan episentrum gempa 19 Agustus.

Di Bungin dan Taliwang, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Wakil Bupati dan Kwarcab Pramuka Sumbawa Barat. Dalam kesempatan itu, dia juga melakukan inpeksi dan memberikan pengarahan di Posko Bencana di Alas dan Taliwang.

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah beri bantuan untuk korban gempa. (Foto: Dok. DPR)

Di sekolah darurat di Alas, Fahri Hamzah sempat berdialog dengan siswa-siswi SD Negeri. Fahri juga berdialog dengan warga di Lamunga dan ikut salat Magrib hingga Isya berjamaah di Meraran, Seteluk.

Menurut Fahri, perhatian publik dan pemerintah pusat kurang maksimal di Sumbawa, yang sebenarnya lebih awal diguncang gempa. Pemerintah, kata Fahri, terlalu memfokuskan bantuan di Pulau Lombok. Padahal, di Sumbawa kerusakan tak kalah parah hanya dalam satu guncangan 6,9 SR, yakni pada 19 Agustus. Di Pulau Bungin, 24 rumah terbakar dan sebagian lainnya ambruk akibat gempa. Selain itu, di wilayah Alas, beberapa sekolah ambruk.

“Di Kabupaten Sumbawa Besar, di Lamunga dan Meraran, Kecamatan Seteluk, puluhan rumah roboh dan hingga hari ini warga masih tinggal di lapangan di bawah tenda-tenda seadanya,” kata Fahri.

Setelah bertemu dengan warga di lapangan Meraran, Seteluk, yang menjadi lokasi pengungsian, Kabupaten Sumbawa Barat, Fahri menemukan dana bantuan pemerintah belum juga turun.

“Temuan secara umum di lapangan adalah pemerintah belum menurunkan dana apa pun yang terkait dengan rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa NTB,” kata Fahri.

Menurut Fahri, infrastruktur pendidikan dan kesehatan, rumah ibadah, dan lainnya belum tersentuh bantuan dan terjadi silang kepentingan dalam penanganan. Padahal, kata dia, pemerintah daerah telah siap dengan verifikasi dan implementasi, tapi uang untuk bantuan itu cuma dibicarakan pemerintah pusat, tapi belum ada wujudnya.

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending