Connect with us

Hukum

Cedera di Kepala saat Main Voli, Nur Mahmudi Tak Penuhi Panggilan Polisi

Terbit:

pada

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail

Jurnalpolitik.id – Mantan wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail tak memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan jalan di Depok, Jawa Barat, Kamis (6/9/2018).

Nur Mahmudi hanya mengutus tim pengacaranya untuk mendatangi Markas Polresta Depok pada Kamis pagi.

Kuasa Hukum Nur Mahmudi, Abdul Halim, mengatakan bahwa kliennya sedang sakit dan tengah dirawat. Dia pun meminta agar polisi menunda pemeriksaan.

“Pak Nur meminta penundaan pemeriksaan dengan alasan kesehatan. Sebab ia harus menjalani pemeriksaan dokter karena sakitnya dan akan dirujuk ke RSCM,” kata Abdul Halim.

Baca: Politikus PKS Eks Walkot Depok Nur Mahmudi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan

Abdul Halim menuturkan, kliennya mengalami sakit di bagian kepala akibat benturan saat bermain voli di komplek rumahnya di Tugu, Cimanggis, beberapa waktu lalu.

“Sakitnya di bagian kepala. Beliau di rumah dan akan dirujuk ke rumah sakit lagi,” ujar Halim.

Halim menjelaskan, dalam surat pengajuan permohonan penundaan pemeriksaan yang diserahkan ke penyidik Polresta Depok, dilampirkan juga rekam medis dari Klinik Limo Medicare.

“Penundaan pemeriksaan, kami minta setelah 10 November, agar beliau bisa menjalani proses penyembuhan dahulu. Setelah itu, Pak Nur siap ikuti proses dan jadwal penyidik,” katanya.

Selain mengalami sakit di bagian kepala, Nur Mahmudi juga mengalami lebam di bawah mata kiri dan leher karena jatuh saat bermain bola voli .

Meski begitu, Abdul Halim memastikan Nur Mahmudi bisa berkomunikasi dengan baik.

“Saya baru ketemu beliau Rabu kemarin. Kalau kita lihat memang masih ada bekas darah mengering di sebelah kiri kepala. Di bagian leher ada juga bekas lebam biru. Itu karena posisi benturan saat main voli. Ia benturan dengan temannya sehingga terjatuh dan kena kepala belakang. Tapi Insyaallah dia bisa berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Nur Mahmudi Dikabarkan Menderita Hilang Ingatan

Nur Mahmudi Ismail

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail usai pemeriksaan beberapa waktu lalu. (Foto: Viva)

Beberapa hari lalu, Nur Mahmudi memang dikabarkan sempat dirawat karena sakit. Malah, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu disebut-sebut menderita hilang ingatan setelah terjatuh ketika ikut perlombaan 17 Agustus.

“Pada saat lomba 17-an Agustus, tanggal 18-nya lomba voli main di sini, (Nur Mahmudi) jatuh pas kepala belakangnya,” kata ajudan Nur Mahmudi, Tafy, kepada wartawan di kediaman Nur Mahmudi di Komplek Tugu Asri, Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, Depok, Rabu (29/8/2018).

Nur Mahmudi sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Depok dan menjalani perawatan selama sepekan. “Kurang lebih sudah seminggu kali ya,” ucapnya.

Tafy menyebut, Nur Mahmudi mengalami cedera di bagian belakang kepalanya hingga membuatnya kehilangan ingatan. Saat ini, Nur Mahmudi masih dalam proses pemulihan.

“Ya sempat ini (hilang ingatan) tapi sudah mulai ada perbaikan, intinya masih masa penyembuhanlah, masih masa istirahat dulu,” ujar Tafy.

Selain Nur Mahmudi, satu tersangka lainnya, yakni Harry Prihanto yang menjabat sekretaris daerah ketika Nur Mahmudi menjadi wali kota, juga tak memenuhi panggilan kepolisian. Harry mestinya diperiksa polisi kemarin, Rabu (5/9/2018). Namun dia juga tidak datang. Kuasa hukumnya mengatakan bahwa Harry sedang di Cirebon.

Nur Mahmudi Ismail dan Harry Prihanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan dan pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan Tapos, Depok. Menurut polisi, pengadaan tanah atau pembebasan lahan itu berdasarkan surat izin yang diberikan oleh Nur Mahmudi saat dia menjabat wali kota. Dana yang digunakan adalah anggaran tahun 2015 dengan total kerugian negara diperkirakan Rp10,7 miliar.

“Awalnya, dibebankan kepada pihak pengembang apartemen. Tetapi, fakta penyidikan yang kami temukan ada anggaran APBD yang keluar untuk dana itu. Bahwa, sesuai izin yang dilakukan, kan, harusnya dibebankan pada pengembang,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Besar Polisi Didik Sugiyarto.

Pembebasan lahan terjadi di Jalan Nangka, yang merupakan akses utama menuju salah satu apartemen di sana. Ketika disinggung soal keterlibatan pihak lain dalam kasus itu, Didik mengatakan, masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Belum Dicekal ke Luar Negeri, Keberadaan Tersangka Korupsi Nur Mahmudi Misterius

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending