Pemilu, Pilpres 2019

GP Ansor: Duet Jokowi-Ma’ruf Kombinasi Ideal, Bikin NU Makin Solid

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (tengah) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin (kiri), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kanan) dan tokoh ulama Banten Abuya Muhtadi bin Abuya Dimyati (kedua kiri) menghadiri Dzikir Kebangsaan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 1 Agustus 2017. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Jurnalpolitik.id – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendapat dukungan penuh dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

“Pilihan terhadap KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi merupakan bentuk penghargaan kepada Nahdlatul Ulama dan ulama. Ansor mengapresiasi pilihan Pak Jokowi,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (10/8/2018).

Dia menilai, pasangan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin merupakan representasi nasionalis religius. Kombinasi nasionalis religius tersebut merupakan pilihan mayoritas masyarakat Indonesia.

“Nasionalis religius ini kombinasi ideal. Menjawab semua ekspektasi masyarakat. Sudah cocoklah,” kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

Terpilihnya Kiai Ma’ruf, lanjutnya, akan membuat NU solid. Ia menilai, memilih Kiai Ma’ruf sebagai cawapres, sebagai langkah cerdas Jokowi.

“Jelas NU akan solid karena kiainya, ulamanya, terpilih sebagai cawapres. Bagi warga NU ini kebanggaan, sebab itu NU tidak akan bergeser ke mana pun,” ujarnya.

Baca: Pilih Ma’ruf Amin, GNPF Ulama: Ternyata Pak Jokowi Lebih Cerdas dari Kita

Soal kekhawatiran yang menyebut KH Ma’ruf Amin tidak mewakili kalangan milenial dan kelas menengah, Gus Yaqut mengatakan, hal itu tak perlu dirisaukan.

Sebab, kata dia, NU memiliki banyak badan otonom (Banom) yang anggotanya dari kalangan muda, seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat, PMII, IPNU/IPPNU yang dapat menjadi jembatan komunikasi ke kelompok milenial dan kelas menengah.

“Saya kira tak perlu khawatir. Banom-banom NU yang anggotanya anak-anak muda seperti Ansor, Fatayat, PMII, IPNU/IPPNU, bisa jadi jembatan yang efektif untuk mengkomunikasi ide-ide Kiai Ma’ruf dan memperkenalkan beliau. Apalagi beliau dikenal sebagai seorang muslim moderat, yang tentu sudah dikenal baik kalangan menengah dan masyarakat lainnya, mayoritas muslim Indonesia,” jelas Gus Yaqut.

Yang lebih penting, menurut Gus Yaqut, dengan tampilnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, memberikan harapan dalam mencegah dan mematikan para makelar politik di negeri ini.

“Menghindarkan negara dari kumpulan para “pencari nafkah” yang mengambil keuntungan pribadi atau kelompok dengan memainkan proyek-proyek negara melalui instrumen politik. Kita ingin negeri yang kita cintai ini bebas dari para ‘pencari nafkah’. Jokowi yang dikenal bersih mendapat teman serasi untuk memutus mata rantai tersebut, demi mensejahterakan rakyat,” kata dia.

Loading...

Berita lainnya