Pemerintahan

BM PAN Desak Moeldoko Pecat Ngabalin

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: Antara/Hanni Sofia)

Jurnalpolitik.id – Barisan Muda (BM) Partai Amanat Nasional (PAN) merasa gerah dengan pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.

Mereka pun meminta Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memecat Ngabalin.

“Supaya proses kontestasi Pilpres mengedepankan semangat persatuan Indonesia maka masukan kami untuk Pak Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan mungkin ini momentum yang tepat mengganti Ngabalin dengan orang yang lebih kompeten,” kata Ketua BM PAN, Aria Ganna, dalam keterangan persnya, Rabu (8/8/2018).

Menurut Aria, banyak pernyataan Ngabalin yang justru menjadi blunder. Tak hanya itu, pernyataan Ngabalin juga dinilai hanya membuat gaduh politik nasional.

“Mengingat setiap blunder tidak hanya menimbulkan kegaduhan akan tetapi juga image KSP secara keseluruhan,” ujar Aria.

Beberapa waktu lalu Ngabalin membuat pernyataan yang cukup keras ditujukan untuk Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Pernyataan tersebut dianggap melecehkan politikus senior PAN itu.

“Menanggapi pernyataan Ngabalin yang melecehkan Amien Rais menurut Barisan Muda PAN sudah sangat keterlaluan. Pertama, Perlu diingat bahwa Amien Rais bukan semata-mata Ketua Dewan Kehormatan PAN akan tetapi juga Tokoh Islam yang pernah menjadi Ketua Umum Muhammadiyah. Pernyataan Ngabalin sangat berpotensi menyulut emosi santri-santri Amien Rais,” ucap Aria.

Baca: Tak Ada Lagi Komentar Usai Blok Rokan Diambil Alih RI, Ngabalin Sebut Amien Rais Pengecut

Pernyataan Ngabalin yang menolak PAN bergabung dengan koalisi Jokowi juga dinilai tidak tepat. Sebab, Ngabalin tak berhak berkomentar soal pembentukan koalisi. Bahkan atasan Ngabalin tak pernah bicara soal koalisi.

“Kedua, pernyataan Ngabalin melampaui kewenangannya yang mengatakan ‘PAN Tidak Usah Gabung Jokowi’. Ngabalin bukan Ketum atau Sekjen partai koalisi pemerintah, bahkan atasannya langsung Ngabalin, yaitu Deputi IV KSP Eko Sulistyo, tidak pernah secara terbuka mengomentari proses pembentukan koalisi. Pak Moeldoko yang atasan Ngabalin jauh pun hati-hati mengomentari proses komunikasi antar partai koalisi,” kata Aria.

Baca: Ngabalin: PAN Gak Usah Gabung ke Jokowi, Mulut Amien Rais Kayak Comberan

Kata-kata yang dipilih Ngabalin juga dinilai provokatif dan offside. Dia membandingkan gaya bicara Ngabalin dengan gaya bicara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dulu pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Ahok dulu dikenal punya prestasi namun dibelit masalah gara-gara perkataan kasar. Ngabalin juga berkata kasar namun tanpa prestasi.

“Ketiga, pernyataan Ngabalin sering sekali menggunakan pilihan kata yang provokatif cenderung kasar. Pak Ahok yang punya prestasi saja gara-gara cara bertuturnya yang keras menjadi kontraproduktif buat dirinya. Apalagi sudah tidak punya prestasi, ngomongnya cenderung kasar seperti peribahasa tong kosong berbunyi nyaring,” tutur Aria.

Loading...

Berita lainnya