Hankam

Amerika Serikat “Tak Terima” Indonesia Beli Sukhoi ke Rusia

Sukhoi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dalam kokpit pesawat Sukhoi 27/30 Flanker di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (9/4/2017). (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Jurnalpolitik.id – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengungkapkan, ada tekanan dari Amerika Serikat ketika Indonesia membeli 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia.

Indonesia telah sepakat membeli 11 pesawat Sukhoi dari Rusia seharga 1,14 triliun dollar AS menggunakan sistem imbal beli.

“Rusia berkenan imbal beli, di tengah jalan Amerika Serikat mulai cawe-cawe (intervensi). Kalau ada transaksi dengan Rusia ada ancaman lain, kita diplomasi itu,” kata Oke dalam acara gathering eksportir di Kantor Bea dan Cukai Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Dengan skema imbal beli, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari Indonesia sebesar 50 persen dari harga sukhoi tersebut atau senilai 570 juta dollar AS.

Produk yang ingin dibeli oleh Rusia dari Indonesia adalah karet, teh, kopi dan kelapa sawit.

Menurut Oke, skema perdagangan imbal beli bisa ditiru oleh produk lainnya. Skema perdagangan tersebut dianggap mampu mendorong ekspor domestik.

“Kenapa tidak kita imbal belikan, dengan negara yang kita beli migasnya, dengan mewajibkan (imbal beli),” ucap Oke.

Baca juga: Rusia Tuding AS Tekan Indonesia Batalkan Pembelian Sukhoi SU-35

Loading...

Berita lainnya