Connect with us

Hukum

Jokowi Dilaporkan ke 4 Lembaga Negara Terkait Pidato “Berantem”

Terbit:

pada

Jurnalpolitik.id – Sekelompok warga di Yogyakarta yang menamakan dirinya Indonesia Court Monitoring (ICM) mengadukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pidatonya di hadapan relawan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (4/8/2018) lalu.

ICM mengadukan Jokowi ke empat lembaga negara sekaligus, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Aduan itu disampaikan ICM melalui surat yang dikirimkan lewat Kantor Pos Besar Yogyakarta, Senin siang (6/8).

ICM mengaku sangat prihatin dengan pernyataan Jokowi tersebut. Apa yang disampaikan Jokowi di acara rapat umum Relawan Jokowi itu, menurut ICM, berpotensi memicu konflik horizontal di antara warga. Juga dapat mencederai semangat Pemilu Damai.

Menurutnya, masyarakat dan relawan hingga masyarakat mempunyai penafsiran berbeda atas pernyataan Jokowi.

“Bagi kami ini sangat berbahaya karena Bapak Joko Widodo dimandatkan sebagai Presiden Republik Indonesia sampai 2019. Beliau adalah panglima tertinggi TNI Polri. Beliau pula yang mengangkat Kepala Badan Intelijen Negara,” kata Direktur ICM Tri Wahyu KH.

Baca juga: Soal Arahan ‘Berantem’, Jokowi: Ditonton yang Komplit Dong, Jangan Sepotong

Wahyu mengatakan, ada dua pertimbangan utama yang mendasari aduan ini. Pertama, alinea ke empat UUD 45 bahwa pemerintah Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kedua, Nawa Cita Presiden RI di Perpres 2 tahun 2015 butir pertama yaitu negara hadir memberi rasa aman dan nyaman.

Sesuai kewenangannya, kata Wahyu, Kapolri diharapkan mampu mencegah supaya tak terjadi konflik horizontal.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, jika konflik terjadi, Kapolri harus memproses hukum Jokowi dengan pasal penyertaan dan penganjur.

Tak hanya itu, Wahyu juga meminta Komnas HAM memantau pemenuhan hak rasa aman warga negara.

Sedangkan KPU dan Bawaslu diminta untuk menjaga Pemilu 2019 tetap damai sesuai kewenangannya masing-masing.

“Jangan deklarasi damai basa-basi tapi kok di dalamnya menyimpan bara api,” ujar Wahyu.

Diketahui, dalam pidatonya di hadapan relawan, di Sentul Bogor, Jokowi meminta kepada relawannya agar tidak takut melawan jika ada yang mengusik.

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” kata Presiden Jokowi.

Baca: Jokowi: Jangan Cari Musuh, Tapi Kalau Diajak Berantem Harus Berani!

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending