Pemerintahan

Sindir SBY Soal Angka Kemiskinan, Luhut: Baca Data BPS

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Jurnalpolitik.id – Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan meminta pihak yang menyebut ada 100 juta orang miskin di Indonesia untuk membaca data Badan Pusat Statistik (BPS). Luhut mengkritik pihak yang kerap berkutat pada angka kemiskinan dibanding fokus pada persoalan bangsa.

“Jadi kita kadang-kadang nggak tahu, kita asyik berkelahi di dalam, angka kemiskinan di 100 juta orang, baca kek datanya. BPS itu kan nggak bisa bohong. BPS itu kan diaudit. Jangan kita mendidik yang muda untuk belajar berbohong hanya untuk mencapai ambisi sendiri. Saya keras ini. Karena tidak elok buat kita,” kata Luhut saat memberi ceramah pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVIII Tahun 2018 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI di Kantor Lemhanas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/8/2018).

Ini bukan kali pertama Luhut mengkiritik soal data 100 juta orang miskin di Indonesia. Beberapa hari sebelumnya, Purnawirawan Jenderal kelahiran 28 September 1947 itu juga sempat mengatakan bahwa data 100 juta orang miskin tersebut tak jelas sumbernya.

“Jangan kita nodai dengan informasi-informasi yang menurut saya tidak bagus dan tidak mendidik ke bawah. Ada yang bilang 100 juta miskin di Indonesia,” kata Luhut di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (31/7).

Dengan merujuk pada data yang dirilis BPS, Luhut menyebut jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 26 juta orang.

“Katanya ada 100 juta miskin di mana 100 juta miskinnya, kita kan lihat merujuk BPS. BPS bilang kemiskinan turun 9,82% atau setara 26 juta orang. Itu angka besar, tapi tidak 100 juta,” kata Luhut.

Pernyataan-pernyataan Luhut tersebut seolah ditujukan untuk Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Diketahui, sebelumnya SBY menyebut jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 100 juta jiwa.

“Yang paling penting menyangkut ekonomi dan kesejahteraan rakyat adalah penghasilan atau income dan daya beli golongan orang mampu dan golongan orang miskin yang kita sebut dengan the bottom fourty, 40% kalangan bawah yang jumlahnya sekitar 100 juta orang,” kata SBY usai bertemu Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Mega Kuningan, Jakarta Selasa (24/7).

Dalam pertemuan tersebut, kedua petinggi partai itu mengaku membahas lima isu nasional, salah satunya adalah soal ekonomi.

Loading...

Berita lainnya