Hukum

KPK: Kita Prihatin, Biaya Pemilu Besar Tapi Kinerja DPR Kurang Optimal

Tahanan KPK
Tahanan KPK. (Ilustrasi: Merdeka/Dwi Narwoko)

Jurnalpolitik.id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengusulkan ada perbaikan pada sistem pemilu di Indonesia ke depannya. Hal itu dimaksudkan agar ongkos yang harus dikeluarkan baik oleh negara, partai politik dan para kontestan tak lagi semahal sekarang.

“Kami menyuarakan, sistem kita mungkin perlu diperbaiki,” kata Agus dalam acara peluncuran rumah pemilu Kompas, Kompas.com dan Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Di tengah besarnya biaya pemilu untuk memilih para wakil rakyat, Agus mengaku prihatin melihat kinerja anggota DPR atau DPRD yang kurang optimal.

“Jadi kita prihatin, uang negara (untuk pemilu) begitu besar, tapi kinerjanya membuat peraturan perundang-undangan kurang optimal,” ujar Agus.

Baca: KPK: Napi Bayar Rp 200-500 Juta untuk Mendapatkan Fasilitas Mewah di Sukamiskin

Agus mengklaim, KPK selama ini tidak hanya mengedepankan penindakan terhadap para politisi yang melakukan korupsi. KPK, kata Agus, juga sudah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya melalui politik cerdas berintegritas.

Namun, menurutnya, upaya pencegahan ini tetap berpulang kepada para masing-masing individu para wakil rakyat.

“Karena kadang integritas itu hanya dibibir. Tandatangan pakta integritas tapi enggak lama ditangkap,” ucapnya.

Baca juga: Fahri Hamzah: KPK Ngurus Diri Sendiri Belum Beres, Enggak Usah Urus-urus Lapas

Loading...

Berita lainnya