Uncategorized

Kapitra Nyaleg dari PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Perjuangan Kami

Jurnalpolitik.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, mengungkapkan kekecewaannya atas pilihan politik mantan pengacaranya Kapitra Ampera melalui akun Twitternya @RizieqSyihabFPI, pada (19/7).

Rizieq Shihab mengatakan bahwa dirinya selalu menyerukan umat Islam agar tidak mendukung atau bergabung dengan partai pendukung penista agama. Imam Besar Front Pembela Islam ini juga melarang adanya dukungan bagi kelompok yang dinilai penyokong pembubaran ormas Islam dan pelaku kriminalisasi ulama.

Jika ada yang memilih bergabung dengan mereka, Rizieq mempersilakan agar tak lagi berada di kapal perjuangannya.

Baca: Instruksi Habib Rizieq: Tenggelamkan Banteng, Partai Musuh Islam

“Saya selalu menyerukan umat islam untuk bersatu menenggalamkan mereka,” kata Rizieq di akun twitternya @RizieqSyihabFPI.

Rizieq mengatakan jika ada pengurus atau anggota FPI, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa, atau Persaudaraan Alumni 212 atau tim pengacara, atau elemen gerakan aksi bela islam lainnya yang bergabung dengan mereka, maka harus dihormati pilihannya.

https://twitter.com/RizieqSyihabFPI/status/1019906589258526720

“Karena itu hak konstitusinya. Tapi, jangan lagi ada di kapal perjuangan kami,” kata Rizieq.

Ads

Meski tak menyebut nama, sebelumnya salah satu pengacara Rizieq, Kapitra Ampera diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai salah satu calon legislatif untuk Pemilu 2019. Kapitra akan bertarung di daerah pemilihan di Sumatera Barat.

Baca: Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Apera “Nyaleg” Lewat PDI-P

Kapitra sebelumnya menyatakan telah meminta pendapat Rizieq terkait pencalonan dirinya ini. Ia telah menghubungi Rizieq namun belum direspons.

Kapitra juga menyatakan, meski dicalonkan oleh PDIP, ia tetap setiap mendukung Rizieq untuk menjadi presiden.

“Ini kan pencalegan, saya ingin Habib Rizieq Shihab jadi presiden,” kata Kapitra kemarin.

Sumber: cnnindonesia.com

Loading...