Pemilu, Pilkada, Uncategorized

Belum Menyerah, Prabowo Klaim Real Count Internal Sudrajat-Syaikhu Menang

Jurnalpolitik.id – Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto membantah pernyataan mitra koalisinya, PKS, soal kemenangan di Pilkada Jawa Barat. Menurut Prabowo, berdasarkan real count yang dilakukan internal partainya, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Ayik) menang.

“Menurut real count kami, kami yang menang di Jawa Barat,” kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta, Sabtu (7/7/2018) sore.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jabar menyatakan, berdasarkan penghitungan C1 Pilgub Jabar 2018 hasil pengumpulan dari para kader di seluruh Jawa Barat, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) unggul atas pasangan Sudrajat-Syaikhu.

“Kami dari DPW PKS diberi tugas menyiapkan saksi. Saya juga mengapresiasi kader, ternyata sampai ke ujung, alhamdulilah mengawal dengan setia C1. Kemarin sudah menghimpun seluruh C1 yang sudah direkap,” kata Ketua DPW PKS Nur Supriyanto di kantor PKS Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (4/7/2018).

“Data ini kita ambil dari Kabupaten Kota, Kecamatan hingga ke desa. Kita C1 ini melalui kader, sudah terpenuhi 100 persen lengkap,” ujar Supriyanto.

Baca: Akhirnya PKS Legawa dan Ucap Selamat ke Ridwan Kamil-Uu

Namun menurut Prabowo, pernyataan PKS tersebut disampaikan saat real count yang dilakukan Timses Gerindra baru 80 persen. Oleh karena itu, dia menunggu hingga real count mencapai 100 persen.

“Saat statement dikeluarkan, laporan yang diterima ke saya real count baru 80 persen, jadi kita sudah koreksi dari tim sukses,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menuding ada indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Penyimpangan berupa daftar pemilih yang tak jelas. Namun indikasi itu masih diteliti.

“Juga, kita melihat intervensi-intervensi dari kalangan-kalangan tertentu juga tidak berjiwa demokratis, yang kita sesalkan intervensi-intervensi tersebut,” kata Prabowo.

Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sabtu (7/7/2018) sore.(Foto: Kompas.com/Reza J)

Ia juga menyebutkan ada dugaan kotak suara yang hilang. Pihaknya masih menyisir masalah tersebut.

“Ada kotak yang hilang, ada kotak suara kok bisa hilang, hal-hal yang lucu tapi enggak lucu,” kata Prabowo.

Ads

Kendati demikian, mantan Danjen Kopassus itu memastikan akan menghadapinya dengan kesejukan dan ketenangan, namun tetap tegas. Sebab ia tak mau terus menerus dipermainkan karena ia mewakili rakyat.

“Pendukung kami sangat besar, kami menangkap keinginan rakyat mengadakan perubahan, dan usaha-usaha untuk terus terang saja, manipulasi ataupun curang ini mengancam demokrasi, mengancam kedaulatan rakyat dan ini sangat merugikan bangsa,” kata dia.

Ia menjelaskan konsensus telah dibangun, karena itu kepentingan rakyat harus dihormati. KPU dianggap bertanggung jawab terhadap pemilihan yang bersih dengan daftar pemilih yang benar.

“Saya mengimbau dan mengingatkan petugas-petugas di KPU, untuk menjalankan tugasnya demi rakyat, untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat Indonesia, itu yang kita inginkan dan ingin keadilan ditegakkan,” kata Prabowo.

Baca juga: Gerindra Nilai PKS Langgar Etika Koalisi dengan Beri Selamat ke Ridwan Kamil-Uu

Pernyataan tersebut Prabowo sampaikan usai bertemu Sudrajat. Calon gubernur Jawa Barat itu bertemu dengan Prabowo untuk melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi di Pilkada, salah satunya masalah daftar pemilih tetap (DPT).

Sebelum pertemuan itu, Prabowo lebih dulu menerima kedatangan cagub Jatim yang juga diusung Gerindra, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

“Gus Ipul mengatakan, di Jawa Timur akan ada langkah langkah untuk melihat apakah ada indikasi penyimpangan-penyimpangan,” katanya.

Dalam kesempatan itu Prabowo kembali bicara soal dugaan penyimpangan pada pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Tengah sebagaimana laporan cagub Sudirman Said.

“Yang jelas Sudirman Said sudah menyampaikan masalah DPT yang bermasalah di Jateng sejumlah 3,7 juta dan bedanya (selisih suara) beliau juga sekitar 3 juta. Jadi kita akan meneliti dengan kita kumpulkan tim legal kami, tim advokasi untuk pelajari dan kita siap untuk ambil langkah-langkah menggugat seandainya pengumumannya dinyatakan bahwa calon-calon kita dinyatakan kalah,” tegas Prabowo.

Loading...