Hukum

Dituding Dukung Jokowi karena Kasus di KPK dan Iming-iming Cawapres, Ini Kata TGB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

Jurnalpolitik.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi angkat suara terkait tudingan yang menyebutkan dirinya mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019 mendatang karena tersandera kasus korupsi yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tudingan tersebut dilontarkan, salah satunya, oleh oleh Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.

“Sejak awal kami sudah ragu, tapi kami tidak kaget dia (TGB) bisa mendukung Jokowi. Bisa jadi tersandera di KPK. Dulu HT (Hary Tanoesoedibjo) juga begitu, dan berbalik arah,” kata Novel, Kamis 5 Juli 2018.

Diketahui, saat ini KPK tengah melakukan penyelidikan terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). KPK sedang meminta keterangan sejumlah pihak soal ada tidaknya korupsi di balik divestasi saham.

TGB dikaitkan sebagai pihak yang meminta agar melepas saham enam persen PT Newmonth Nusa Tenggara yang dimiliki tiga daerah, yakni Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Pemkab Sumbawa Barat di PT Daerah Maju Bersaing (DMB). Konon, pelepasan saham itu didukung DPRD NTB.

“Kembalikan kontestasi politik pada wacana, gagasan, dan visi misi, dan hal-hal positif yang dapat dinalar oleh akal sehat,” kata TGB di sela-sela mengisi kajian Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre, Mataran, NTB, Jumat 6 Juli 2018.

Baca juga: TGB Dukung Jokowi, Gerindra Kaget dan Demokrat Beri Selamat

TGB sendiri sudah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan pada Selasa (3/7/2018) lalu. KPK membuka peluang untuk memeriksa TGB dan pihak-pihak lain, yang bisa menjelaskan duduk perkara kasus ini.

“Bisa saja, namanya lidik (penyelidikan) siapa saja bisa (diminta keterangannya). Lidik itu sangat terbuka sekali. Siapa saja bisa memberikan informasi untuk mendukung itu (penyelidikan),” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di kantornya, Kamis (5/7/2018).

Iming-iming Cawapres

Selain itu TGB juga membantah tudingan yang menyebut dukungannya ke Jokowi karena iming-iming jabatan bakal jadi Cawapres Jokowi pada Pemilu 2019 mendatang. TGB menegaskan, tidak pernah ada pembicaraan tentang jabatan, baik dengan Presiden Jokowi maupun dengan siapapun.

Politikus Demokrat itu menegaskan, dukungannya terhadap Jokowi untuk melanjutkan pemerintahannya hingga dua periode, karena prinsip dan realitas politik. Ia mengamati, banyak pencapaian dan prestasi yang dilakukan Jokowi selama empat tahun memerintah, sehingga pantas untuk dilanjutkan pada periode selanjutnya.

Baca: Dukung Jokowi 2 Periode, Fadli Zon: Kadar Keimanan TGB Bisa Ditakar

Loading...

Berita lainnya