Pemilu, Pilkada, Uncategorized

Digeruduk Banser dan FPI, PDIP Banyumas Minta Maaf dan Cabut Laporan Politik Uang

Jurnalpolitik.id – Puluhan anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) bersama Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor PDI Perjuangan, Banyumas, Jawa Tengah. Anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah juga turut serta.

Alasan penggerudukkan tersebut diduga karena tindakan kader PDIP setempat yang tidak senang dengan kegiatan Nahdlatul Ulama berupa pembagian bisyaroh (salam tempel) pada Senin (25/6/2018) lalu. Beberapa kiai NU lantas dipermasalahkan ke panitia pengawas pemilu dan kepolisian.

Bisyaroh maupun berkat dianggap sudah turun temurun dalam tradisi NU ketika sohibul hajat menyelenggarakan tahlilan atau pengajian. Hal ini ditengarai bagian dari politik uang sehingga pembagiannya dipermasalahkan.

Banser, yang mana merupakan sayap dari NU, tidak terima dengan perlakuan tersebut. Mereka kemudian mendatangi kantor PDIP Banyumas bersama sejumlah anggota ormas lainnya.

Baca juga: Beredar Foto Gus Solah dan DPW PKS, Pesantren Tebuireng Bantah Ada Ikatan Politis

FPI dan Banser NU menggeruduk markas PDI Perjuangan di Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Istimewa)

Kejadian itu dibenarkan oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif. Dia mengonfirmasi bahwa Banser, FPI, serta Kokam Muhammadiyah mendatangi kantor PDIP Banyumas pada Selasa pagi (26/6).

“Ya benar kejadiannya. Aksi tadi pagi. Detail nanti kami kabari,” kata Slamet kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/6).

Ads

Sementara itu, polisi mengatakan bahwa persoalan antara PDIP dengan anggota Banser bersama FPI dan Kokam Muhammadiyah tersebut telah selesai.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Agus Triatmaja menjelaskan, kedua pihak, pengurus PDIP dan Banser serta FPI telah melakukan mediasi yang difasilitasi Polres Banyumas.

“Sudah selesai, pihak PDIP akan mencabut laporan dugaan money politic, dan meminta maaf kepada NU atas kesalahpahaman yang terjadi,” kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/6).

Agus mengatakan pertemuan dan mediasi dipimpin langsung Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun.

Baca juga: Diduga Hina Banser, Ketua MUI Jagakarsa Diperiksa Polisi

Loading...