Connect with us

Pemilu

Klarifikasi soal ‘Doa Minta Ganti Presiden’, Amien Sitir Ayat Al-Quran dan Hadis

Terbit:

pada

Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Jurnalpolitik.id – Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Amien Rais, memberi penjelasan soal doa yang dia ucapkan terkait ganti presiden. Penjelasan ini sekaligus untuk menepis pihak yang menuduhnya telah ‘mendikte Tuhan’.

Menurut Amien, pernyataannya soal ‘Tuhan malu jika tidak mengabulkan doa umat yang ingin mengganti presiden’ berdasarkan pada Alquran dan Hadis.

“Pegangan saya pada dua ayat Quran,” kata Amien, sebagaimana disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram @amienraisofficial pada Minggu (10/6).

Ayat pertama adalah yang terdapat di Surat Adz-Drariyat. Pada ayat ke 50, Amien menggarisbawahi kalimat ‘Faghfiru ilallah’ yang menurut tafsiran Amien: “Larilah engkau semua menuju Allah tatkala menemukan masalah dan mencari solusi.”

Ayat yang kedua yang dikutip Amien adalah yang terdapat dalam surah Al-Ghafir. Pada ayat ke 60, Amien menafsirkan bahwa apapun permintaan kepada Tuhan, maka akan dikabulkan oleh Allah.

Ayat tersebut berbunyi: ‘Waqaala rabbukumu ud’uunii astajib lakum inna alladziina yastakbiruuna ‘an ‘ibaadatii sayadkhuluuna jahannama daakhiriina‘. Yang artinya: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka”.

Baca juga: PAN Tak Main-main Wacanakan Amien Rais Jadi Capres 2019

Selain mengutip ayat Quran, Amien juga mengutip satu hadis Nabi Muhmmad SAW. Melalui hadis tersebut Amien menyebutkan jika Allah akan malu jika tidak mengabulkan doa hambaNya yang bersungguh-sungguh.

Hadis itu memiliki arti: “Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian dia menolaknya dengan hampa.

Hadis tersebut tercatat diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi.

Melalui penjelasan tersebut, Amien menegaskan bahwa apa yang diucapkan sudah sesuai ketentuan dan ada dasarnya. Dia mengakui bahwa tidak ada manusia yang bisa mendahului takdir. Namun, apa yang diucapkannya soal cara Tuhan mengabulkan doa sudah tertulis di hadis dan Quran.

“Saya tidak sembarangan, saya jelas dan tidak ngawur. Kalau ada yang mau perpanjang atau bilang saya tidak tahu diri, monggo (silakan, red),” kata Amien.

Baca juga: Zulkifli Hasan Sayangkan Stigma Jokowi Seolah Jauhi Umat Islam

Sebelumnya Amien Rais sempat mengimbau kepada masyarakat agar berdoa untuk meminta presiden baru yang tidak mengkriminalisasi ulama dan tidak menjual kekayaan bangsa ke negeri asing. Imbauan tersebut Amien sampaikan dalam pidatonya di acara buka bersama kader PAN di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (9/6).

Sebagaiman diberitakan CNN Indonesia, Sabtu 09 Juni 2018, Amien menyebut Allah akan malu jika tidak mengabulkan doa jutaan umat itu.

Sepanjang pidatonya tersebut, Amien memang menyebutkan jika tahun 2019 harus memiliki pemimpin yang baru.

“Kalau negeri ini yang demikian besar mulai oleng, utang sudah gede, infrastruktur ke semua asing, kemudian juga Meikarta juga mangkrak, reklamasi Jakarta juga lebih mangkrak lagi, siapa yang salah ya? Kepalanya. Makanya perlu ganti presiden,” kata Amien.

Usai berpidato, Amien pun mengajak kader PAN yang hadir di acara itu untuk rajin berdoa setiap hari agar di 2019 terpilih presiden baru.

“Jadi Anda itu sekarang perlu berdoa jadi tiap sore ya tiga menit saja ‘Ya Allah semoga engkau memberikan bangsa yang tercinta ini sebuah presiden baru yang cinta kepada agamamu, yang tidak akan mengkriminalisasi ulama, tidak akan menjual kekayaan bangsa ke asing dan Aseng. Kalau belasan juta tiap hari itu berdoa, Allah malu tidak mengabulkan,” ucap Amien.

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending