Dunia

Bersama Jerman dan Belgia, Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kiri) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (kanan). (Foto: Kemlu RI)

Jurnalpolitik.id – Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB mulai 1 Januari 2019. Setelah melalui proses voting yang cukup ketat di Majelis Umum PBB pada Jumat (8/6) siang waktu setempat, Indonesia terpilih untuk kawasan Asia-Pasifik mengalahkan Maladewa dan nantinya akan menggantikan Kazakhstan.

Indonesia berhasil meraih 144 suara — menyisihkan Maladewa yang menjadi pesaing terdekatnya dengan 46 suara. Itu artinya dua pertiga suara dari negara anggota tidak tetap PBB sudah berhasil Indonesia kuasai.

Lantas, apa makna masuknya Indonesia ke dalam jajaran elit negara tidak tetap Dewan Keamanan PBB ini?

Selain Indonesia, ada empat negara lain yang terpilih menjadi negara anggota tidak tetap. Mereka adalah Afrika Selatan (183 suara), Republik Dominika (184 suara), Jerman (184 suara) dan Belgia (181 suara).

Melihat hasil ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan tim Indonesia yang berada di Majelis Umum PBB New York pun langsung meluapkan rasa syukur dan gembiranya.

Alhamdulilah sidang Majelis Umum PBB menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 mewakili Asian Pasifik menggantikan Kazakhstan. Melaui proses pemilihan tertutup, Indonesia berhasil memperoleh 144 suara,” kata Menlu Retno Marsudi melalui video conference dari Markas PBB di New York, Jumat (8/6/2018).

Retno mengatakan, ini merupakan amanah masyarakat internasional bagi Indonesia. Selama dua hari jelang pengambilan suara, kata Retno, pihaknya melakukan pertemuan dengan hampir seluruh negara anggota Dewan Keamanan PBB sebelumnya.

“Dalam dua hari terakhir jelang pemilihan, tim indonesia telah melakukan pertemuan dengan hampir seluruh negara anggota Dewan Keamanan PBB. Saya terus melakukan komunikasi dengan berbagai Menlu negara-negara itu,” ujarnya.

Retno mengatakan, dengan terpilihnya Indonesia sebagai satu dari lima negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, itu artinya rekam jejak dan diplomasi Indonesia di dunia telah diakui oleh masyarakat internasional.

“Indonesia akan berperan aktif di Dewan Keamanan PBB. Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Indonesia memiliki empat fokus, salah satunya menyangkut penciptaan stabilitas, keamanan dan perdamaian,” ucapnya.

Bisa ikut mempengaruhi kebijakan di forum PBB

Publik masih banyak yang mempertanyakan apa makna Indonesia masuk ke dalam jajaran elit Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB?

Juru bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir, mengatakan bahwa sebagai anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia memang tidak memiliki hak veto. Namun, Indonesia bisa ikut memberikan pandangan dan ide untuk menjaga keamanan serta stabilitas global.

“Apabila diperlukan pandangan untuk mengambil langkah-langkah tertentu mengenai suatu permasalahan terkait keamanan di berbagai negara, maka suara Indonesia bisa lebih didengar,” kata Arrmanatha sebagaimana dikutip dari IDN Times.

Arrmanatha menilai, terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB adalah suatu pencapaian positif. Pasalnya, Indonesia tetap bisa memainkan peranan lebih dan bisa memanfaatkan secara maksimal peranan PBB untuk kepentingan perdamaian di dunia.

Apalagi, kata Arrmanatha, Indonesia sudah mewujudkannya dengan menjadi salah satu negara dengan kontributor besar pasukan operasi perdamaian di dunia.

Adapun, ini menjadi kali keempat Indonesia terpilih sebagai negara tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Sebelumnya, Indonesia juga sudah pernah menduduki posisi tersebut pada tahun 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Menlu Retno Marsudi pun tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas keberhasilan ini.

“Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih juga kepada tim spesial dalam pemenangan ini. Sekali lagi terima kasih, terima kasih dan terima kasih,” katanya.

Voting suara diikuti oleh 190 negara dari total 193 negara anggota Majelis Umum PBB. Indonesia juga telah memenuhi persyaratan minimal 2/3 dari anggota tetap PBB atau 127 suara.

Loading...

Berita lainnya