Connect with us

Legislatif

Temui Fadli Zon, PA 212 Desak Bentuk Pansus Kerusuhan Mako Brimob hingga Boikot AS

Terbit:

pada

Fadli Zon bertemu PA 212

Jurnalpolitik.id – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyambangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5). Kedatangan mereka diterima Wakil Ketua DPR Fadli Zon di ruang rapat pimpinan.

Perwakilan PA 212 yang diwakili oleh Al-Khaththath, Bondan Seto, Maman Suryadi, serta beberapa pengurus lainnya memulai pertemuan pada sekitar pukul 14.50 WIB.

Dalam pertemuan itu, PA 212 menyampaikan sejumlah aspirasi kepada DPR, antara lain soal kerusuhan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa hari lalu dan mendesak pemerintah RI bersikap tegas kepada Israel dan Amerika Serikat terkait Palestina.

Tak hanya itu, PA 212 juga menyinggung soal RUU tentang antiterorisme yang saat ini masih digodok di DPR.

Selain itu, PA 212 meminta DPR memanggil Kapolri untuk mengklarifikasi sejumlah aksi terorisme yang, menurutnya, berdampak negatif kepada Islam.

Baca: Fadli Zon: Terorisme karena Pemerintah Gagal Lindungi Warga, Jangan Salahkan RUU

Tidak cuma menyinggung soal terorisme, PA 212 juga berbicara mengenai pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 mendatang. Mereka meminta Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PBB untuk segera mendeklarasikan secara terbuka sebagai koalisi permanen untuk menghadapi pesta demokrasi 5 tahunan itu.

Berikut 9 poin aspirasi yang disampaikan Ketua PA 212, Slamet Maarif, kepada Fadli Zon:

1. Silaturahmi dan perkenalan Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Alumni 212 (DPP PA 212).

2. DPP PA 212 mendesak DPR RI untuk segera membentuk pansus terkait tragedi kerusuhan di Rutan Salemba cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada tanggal 8 Mei lalu yang menyebabkan 5 orang polisi dan 1 orang narapidana meninggal dunia serta 4 polisi lainnya luka-luka.

3. DPP PA 212 meminta DPR RI untuk mendesak pemerintah RI bersikap tegas dan keras kepada Israel dan Amerika Serikat dengan menutup kantor Dubes Amerika Serikat di Jakarta dan meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk mengumumkan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina.

4. DPP PA 212 meminta DPR RI untuk mengevaluasi dan mengkaji secara benar RUU dan Perppu tentang antiterorisme agar tidak melanggar hak-hak kewarganegaraan dan hak asasi manusia bila perlu membatalkan jika dianggap dapat menciptakan disintegritas bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Baca: Jokowi Beri Tenggat Hingga Juni Bagi DPR untuk Selesaikan RUU Antiterorisme

5. DPP PA 212 meminta DPR RI untuk secepatnya memanggil Kapolri untuk menjelaskan aksi-aksi terorisme yang berdampak negatif kepada Islam.

6. DPP PA 212 meminta DPR RI untuk mengajak Kepolisian, masyarakat, dan seluruh komponen bangsa untuk stop intimidasi kepada Islam dan umat Islam tentang masifnya penyebaran informasi negatif tentang simbol-simbol Islam seperti cadar, celana cingkrang, jenggot, dan lain sebagainya.

7. DPP PA 212 meminta DPR RI mengajak masyarakat khususnya umat Islam yang peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina untuk memboikot produk Israel dan Amerika Serikat.

8. DPP PA 212 meminta DPR RI mendesak pemerintah RI untuk menghentikan segala bentuk kriminalisasi ulama dan akvitis Islam.

9. DPP PA 212 mendesak kepada Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PBB untuk secepatnya mendeklarasikan secara terbuka sebagi koalisi permanen menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Baca juga: Garda 212: Kerusuhan di Mako Brimob dan Bom di Surabaya Cuma Pengalihan Isu

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending