Connect with us

Pemilu

Gabung ke PAN, Partai Idaman Aktif Lagi Tahun 2024

Terbit:

pada

Ketua umum Partai Idaman yang juga musisi dangdut, Rhoma Irama

Jurnalpolitik.id – Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama, secara resmi mengumumkan bahwa partainya telah berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Dari sekian banyak partai, kata Rhoma, hanya PAN yang dinilai cocok.

Meski demikian, Rhoma menegaskan bahwa kerjasama tersebut hanya dalam bentuk koalisi, bukan penggabungan. Partai Idaman dinyatakn masih tetap eksis.

“Kami koalisi, tidak melebur, Partai Idaman tetap eksis PAN tetap eksis. Kita bekerja dalam koalisi,” kata Rhoma dalam Munas II Partai Idaman di Hotel Royal Kuningan, Jumat (11/5/2018).

“Di dalam berbagai pointers kita sepakati bersama, sehingga kami berlabuh ke PAN,” ujarnya.

“Setelah berkomunikasi, PAN lah yang ternyata lebih tepat, lebih pas dan lebih seirama menentukan kerja kita,” imbuhnya.

Baca: Gugatan Partai Idaman Ditolak, Rhoma Irama Lapor ke Tuhan

Rhoma mengatakan bahwa partainya akan aktif lagi pada tahun 2024 mendatang.

Dalam koalisi ini, tercapai kesepakatan dengan PAN yakni kader Partai Idaman diperbolehkan maju sebagai Caleg pada Pileg dan Pilpres 2019.

“Partai Idaman dan PAN bekerja sama untuk pileg dan pilpres 2019 dengan kesepakatan diantaranya, bahwa pihak PAN membuka pintu untuk Caleg dari Idaman dan kita fokus membesarkan PAN,” ucap Rhoma.

Untuk Caleg dari Partai Idaman, Rhoma mengatakan harus mengubah kartu tanda anggotanya menjadi PAN. Partai Idaman dan PAN sudah membagi daerah yang menjadi prioritas kadernya.

“Jadi gini sistemnya, di mana PAN lemah, kita prioritas caleg kita. Di mana PAN kuat, Caleg kita nomer berikutnya tidak prioritas, sehingga terjadi suatu sinergi saling mengisi,” jelasnya.

Terkait jabatan, Rhoma menegaskan dirinya masih menjadi Ketum Partai Idaman.

“Tidak, tetap Ketum Partai Idaman,” katanya.

Baca juga: Partai Idaman Daftarkan Gugatan atas Putusan KPU ke PTUN Hari Ini

Rhoma pun mengaku tidak mendapatkan tawaran posisi jabatan PAN.

Keputusan untuk berkoalisi dengan PAN ini diambil setelah Partai Idaman dinyatakan tak memenuhi syarat sebagai peserta pileg dan pilpres 2019.

Partai Idaman dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 173 ayat 2 dan 177 UU 7 Tahun 2017 tentang pemilu.

Kuswanto, yang baru saja dilantik menjabat sebagai Plt. Sekjen Partai Idaman mengatakan, langkah selanjutnya setelah tercapai kolaisi ini adalah membuat sekretariat bersama (Sekber).

“Saya kira nanti bekerja sama dengan PAN, kita bikin Sekber bersamalah untuk membuat program-program sosialisasi,” kata Kuswanto.

Munas II Partai Idaman merekomendasikan pertama bergabungnya Partai Idaman dengan PAN. Kedua, merekomendasikan Rhoma Irama Ketua Umum menjadi Cawapres tahun 2019.

Baca juga: Fatwa MUI: Berpolitik di Masjid Diperbolehkan

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending