Hankam, Hukum

Kapolres Karawang Minta Maaf Terkait Pernyataan Akan ‘Gulung’ Kopassus dan Marinir

Jurnalpolitik.id – Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan menyampaikan permintaan maaf kepada institusi TNI.

Hal itu dia lakukan terkait pernyataannya yang menyebut pihaknya akan ‘menggulung’ Kopassus dan Marinir.

Pernyataan itu Hendy sampaikan saat melaksanakan pengamanan unjuk rasa dari Karang Taruna dan warga desa Sukaluyu kecamatan Teluk Jambe Timur di kawasan di kawasan KIIC, di PT Indotech, Selasa (8/5) lalu.

Video dari peristiwa tersebut awalnya dibagikan oleh Narse Tribhuana di akun Facebook-nya, Kamis (10/5/2018).

Tampak dalam video berdurasi 1:22 menit itu Kapolres memimpin langsung pelaksanaan pengamanan yang melibatkan Unit Dalmas Sat Sabhara dan personel Polsek Teluk Jambe timur di bawah pimpinan Komisaris Polisi (Kompol) Ahmad Mulyana.

Unjuk rasa dilaporkan sempat memanas saat massa mencoba merangsek masuk dengan mendorong-dorong pagar PT Indotech. Unit Dalmas Polres Karawang dan personel Polsek Teluk Jambe Timur pun bersusah payah menghalaunya.

Setelah situasi tenang dan massa dapat dikendalikan, Hendy menyampaikan peringatan dengan nada tinggi kepada massa.

“Mau dari Kopassus saya gulung semua, saya tidak pernah peduli. Kalau saya menegakkan kebenaran, siapapun di hadapan saya, akan saya gulung semua. Apalagi kalau ada marinir di depan saya, harusnya lebih taat aturan, harus bisa mengendalikan masyarakat sipil,” kata Kapolres.

Apalagi ada Marinir di depan saya, harusnya lebih bisa mengendalikan warga sipil. Karena warga plus, bukan warga biasa. Paham?” lanjut Hendy.

Baca juga: Renang Selama 9,5 Jam Lintasi Selat Sunda, Kopda Budi Santoso Pecahkan Rekor

Selain video tersebut, beredar juga melalui aplikasi WhatsApp video yang memperlihatkan Hendy sedang berada di tempat yang sama.

“Silakan kalau mau coba gaya-gaya preman di Karawang. Saya pertaruhkan jabatan saya, untuk melindungi kepentingan umum.”

“Yang anggota Marinir tunggu dulu, anggota POM lagi ke sini. Kalau perlu Panglima, saya telepon suruh ke sini. Tidak boleh ada gaya-gaya preman di sini. Saya Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, catat!” kata Hendy.

“Saya bertanggung jawab. Kalau ada yang tidak terima, silakan berhadapan dengan saya. Saya yang bertanggung jawab sebagai Kapolres Karawang. Tidak boleh ada gaya-gaya preman di Karawang. Kalau anda menginginkan pekerjaan di limbah, silakan melalui proses seleksi yang benar tidak boleh dengan gaya-gaya preman, paham ya? Kekuatan apapun enggak boleh ada. Silakan fair, ikuti seleksi karena perusahaan ada standar pengelolaan limbah, tidak memberikan SPK pada siapapun,” lanjutnya.

Pernyataan Kapolres Karawang itu sepmat membuat tersinggung Kopassus dan Korps Marinir. Namun setelah dilakukan koordinasi dan klarifikasi, akhirnya AKBP Hendy secara resmi meminta maaf atas ucapannya.

“Assalamualaikum, berkaitan dengan beredarnya video pengamanan unjuk rasa yang berisi tentang penyebutan oleh diri saya tentang institusi Marinir, maupun Panglima, saya secara pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan TNI, dan khususnya keluarga besar Korps Marinir,” ucap Hendy dalam video pernyataan permintaan maaf itu.

“Tidak ada niatan kami melecehkan institusi marinir maupun korps TNI. Hal tersebut semata-mata karena kegelapan kami yang tidak bisa mengontrol situasi di lapangan. Selanjutnya untuk oknum tersebut akan diproses POM TNI, sekali lagi dengan hati tulus kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Salam hormat untuk pimpinan TNI, senior dan rekan-rekan korps Marinir,” tutur Hendy menambahkan.

Posted by Narse Tribhuana on Wednesday, 9 May 2018

Posted by Narse Tribhuana on Wednesday, 9 May 2018

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan peristiwa tersebut sudah selesai. Hendy pun telah meminta maaf langsung kepada TNI.

“Kaitan masalah itu, yang bersangkutan sendiri sudah memohon maaf. Sudah mengkonfirmasi secara pribadi juga,” ujar Truno kepada detikcom, Kamis 10 Mei 2018.

Meski demikian, tidak ada penjelasan rinci terkait pangkal persoalan. “Intinya yang bersangkutan sudah langsung mengkonfirmasi,” ucap Truno.

Baca juga: Ratusan Prajurit Marinir Yonif 8 Ngamuk, Serang Rumah Danyon dan Wadanyon

Loading...

Berita lainnya