Pemilu, Uncategorized

4 Fakta Pertemuan Jokowi dengan Petinggi PA 212 di Bogor

Jurnalpolitik.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan petinggi Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, juga Front Pembela Islam (FPI), di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/4).

Foto dari pertemuan mereka beredar di media sosial. Dalam foto tersebut tampak Jokowi berada di salah satu ruangan masjid. Dia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih, celana panjang, dan peci berwarna hitam. Pin presiden tersemat di bagian dada kanan kemeja putihnya.

Jokowi berdiri diapit pengurus Persaudaraan Alumni 212, di antaranya Al-Khaththath, Sobri Lubis, Usamah Hisyam, Slamet Maarif, dan Yusuf Marta. Para pengurus Persaudaraan Alumni 212 itu terlihat berbincang dengan Jokowi.

Sebagaimana dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Rabu 25 April 2018, pertemuan itu digelar di masjid di Istana Bogor.

“Yang hadir Abah Rauf, Slamet Maarif, Al Khaththath, Usamah Hisyam, Sobri Lubis, dan Yusuf Martak. Bertempat di Bogor di Istana dan masjid. Pertemuan hari Minggu (23/4),” demikian dilaporkan CNN Indonesia.

Salah seorang anggota PA 212 membenarkan pertemuan itu. Namun enggan untuk menjelaskan secara rinci isi pertemuan. Dia berjanji pihaknya akan menggelar jumpa pers terkait masalah itu.

“Sebaiknya ada pernyataan bersama-sama karena ini menyangkut kepentingan umat. Nanti ada konferensi pers,” kata dia ketika dikonfirmasi. “Tunggu saja ya dari Persaudaraan (Alumni 212). Kami usahakan besok (hari ini).”

Baca juga: Persaudaraan Alumni 212: Habib Rizieq Siap Maju Pilpres Jika Umat Meminta

Sementara itu, dikutip dari detikcom, Rabu 25 April 2018, juru bicara PA 212, Novel Bamukmin, mengaku bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan lanjutan. Sebelumnya GNPF MUI telah bertemu Jokowi di Istana Negara pada Juni 2017 lalu.

“Ini kan berupaya. Maksudnya sama-sama mencari solusi terbaik dengan berbagai macam hal. Ini lanjutan kan Idul Fitri (tahun) kemarin. Perwakilan kita digawangi oleh GNPF MUI, yang sekarang namanya GNPF Ulama. Kita juga silaturahmi ke Istana Presiden saat itu,” kata Novel saat dimintai konfirmasi, Selasa (24/4/2018).

Berikut fakta-fakta terkait pertemuan tersebut:

1. Pertemuan digelar di Istana Bogor

Ketua Umum DPP PA 212 Slamet Maarif mengatakan, pertemuan berlangsung di Istana Bogor pada Minggu (22/4) lalu di Istana Bogor.

“UNDANGAN JUMPA PERS. Menyikapi viralnya Pertemuan Team 11 bersamaan Presiden di Istana Bogor, Ahad 22-4-2018 maka kami mengharapkan kehadiran rekan – rekan Media dalam Jumpa pers di Tebet, Jakarta Selatan, besok,” salah satu penggalan isi undangan konferensi pers.

Ads

2. Ada 4 Pengurus yang hadir

Dari foto yang beredar viral di media sosial, Jokowi tampak mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih, celana panjang, dan peci berwarna hitam. Pin presiden tersemat di bagian dada kanan kemeja putihnya.

Jokowi berdiri diapit pengurus Persaudaraan Alumni 212, di antaranya Al-Khaththath, Sobri Lubis, Usamah Hisyam, Slamet Maarif, dan Yusuf Marta. Mereka tengah berada di salah satu ruangan masjid.

3. Membahas rembuk nasional

Novel Bamukmin mengatakan, pertemuan tersebut untuk membahas soal isu-isu nasional.

“Pertemuan ini guna mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang sama-sama kita hadapi saat ini, yang merupakan berbagai kasus yang ada agar kita bisa mengadakan rembuk nasional,” kata Novel lewat pesan singkat, Selasa (24/4/2018).

4. Isu Pilpres

Isu pemilihan presiden 2019 juga menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan itu.

Jokowi dengan PA 212 sepakat agar Pilpres 2019 berjalan damai.

“Itu perlunya kita silaturahmi agar permasalahan yang satu ini. Jika sebelumnya berhadap-hadapan dengan pemerintah, bisa kita menjalin kebersamaan kembali dengan komunikasi yang sehat dan nggak selalu berhadap-hadapan. Agar menuju pilpres dan pilkada damai,” kata Novel kepada detikcom, Selasa (24/4/2018).

Selain itu, menurut Novel, pertemuan itu bertujuan untuk membangun komunikasi dengan pihak pemerintah. Sebab, selama ini ada hal yang membuat PA 212 tidak sejalan dengan pemerintah.

“Untuk itu, kami nggak pernah jera membangun komunikasi silaturahmi agar pilpres ke depan berjalan dengan damai. Tidak ada yang saling dikorbankan,” ucapnya.

Loading...