Hukum

Korban Intimidasi Massa #2019GantiPresiden di CFD Lapor ke Polisi

Stedi Repki Watung melaporkan dugaan intimidasi di CFD ke polisi. (Foto: Kanavino Ahmad/detikcom)

Jurnalpolitik.id – Stedi Repki Watung (37), pria yang mengaku korban intimidasi di area Car Free Day (CFD) Bundaran HI, pada Minggu (29/4) kemarin, melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya.

Stedi menuturkan, dalam kegiatan CFD tersebut, dirinya yang memakai baju #DiaSibukKerja sedang beristirahat selepas berolahraga. Dan tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil yang dihadang oleh mass yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden.

“Waktu itu saya lagi istirahat terus kebetulan ada teman saya, teman jalan pagi, anak kecil ngelewatin dicegat sama Ganti Presiden (#2019GantiPresiden),” kata Stedi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Stedi kemudian berusaha menolong anak tersebut. Namun dirinya juga dihadang oleh massa yang memakai kaus #2019GantiPresiden. Stedi mengaku mendapatkan perlakukan tidak mengenakan dari kelompok tersebut.

“Pas saya sudah sampai di kerumunan ganti presiden itu tiba-tiba saya dicegat. ‘Ah ini orangnya’. Saya ini apa? Saya ini jalan pagi, jalan sehat. Saya menyelamatkan anak itu, dia langsung lari,” ucap Stedi.

Baca juga: Mustofa Nahra Bantah Ada Intimidasi Massa #2019GantiPresiden ke Ibu-Anak di CFD

Dia mencoba melarikan diri dari kerumunan itu. Namun Stedi merasa diintimidasi dengan disodor-sodorkan uang oleh kelompok #2019GantiPresiden.

“Saya berusaha untuk menyelamatkan diri juga dari kerumunan orang banyak orang di situ. Memaksa buka baju, digosok. Dijejel uang, kipas. Mulut saya itu. Diomongin berapa duit, berapa duit, kamu mau duit berapa? Kaus mau dibuka,” kata dia.

Tak hanya itu, Stedi juga mengaku dipaksa melepas kaus #DiaSibukKerja. Namun dia enggan melepaskannya.

“Tapi saya tetap mempertahankan presiden saya, Jokowi. Buat apa saya membuka. Kalau saya mau buka, saya mau injek-injek itu. Tapi saya pertahankan. Saya tahan emosi. Saya balik arah,” lanjut dia.

Stedi Repki Watung

Aksi intimidasi terhadap Stedi Repki Watung di CFD, Minggu (29/4) kemarin. (Foto: screenshot video YouTube)

Dengan didampingi Perkumpulan Advokasi Hukum Indonesia Hebat (Padi Hebat), Stedi melaporkan insiden tersebut. Salah seorang kuasa hukum, Bambang Sri Pudjo, mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi di CFD itu sangat memalukan. Dia menyebut perilaku itu merupakan tindakan persekusi yang terorganisasi.

“Perilaku persekusi dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara yang sangat terorganisir, terencana masif, terpola, dan telah sampai akan tujuannya,” ujar dia.

Baca juga: Fadli Zon: Tak Ada Aksi Intimidasi di CFD, Jangan Dibesar-besarkan

Kuasa hukum Stedi Repki Watung

Kuasa hukum Stedi Repki Watung. (Foto: Kanavino Ahmad/detikcom)

Laporan Stedi tercantum dengan nomor TBL/2362/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 30 April 2018. Pelaku dalam kasus ini masih dalam penyelidikan.

Perkara yang dilaporkan adalah perbuatan yang tidak menyenangkan disertai ancaman kekerasan dengan Pasal 335 KUHP.

Sebelumnya, politikus Gerindra M Taufik, yang kebetulan juga hadir di CFD hari itu, menegaskan bahwa aksi massa berkaus #2019GantiPresiden tidak dikoordinasi.

Pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya, yang juga ada di lokasi kejadian, menyatakan tidak ada intimidasi.

“Nggak ada (intimidasi). Itu kan biasa orang teriak-teriak ganti presiden. Dia masuk ke situ. Kalau nggak ingin diejek, jangan masuk ke situ. Kan berisiko. Lebaylah nggak perlu kayak gitu. PSI katanya juga mau laporlah ke polisi. Mau diperiksa juga nggak saling kenal mereka,” kata Mustofa.

Baca juga: Sandiaga Meragukan Keaslian Video Persekusi Massa #2019GantiPresiden

Loading...

Berita lainnya