Hukum

NasDem: Amien Rais Akan Hancur Sendiri Tanpa Perlu Dipolisikan

Taufiqulhadi
Politikus Partai Nasdem, Taufiqulhadi. (Foto: istimewa)

Jurnalpolitik.id – Partai NasDem lebih memilih untuk tidak membawa Amien Rais ke ranah hukum atas pernyataan kontroversialnya terkait ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’.

Diketahui, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Amien Rais dilaporkan ke polisi oleh Cyber Indonesia gara-gara pernyataannya soal ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’.

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Muhammad Taufiqulhadi, berpendapat pelaporan terhadap Amien Rais adalah hal yang tidak perlu.

“Untuk apa juga kita mempolisikan? Biar saja rakyat yang menilai pernyataan tersebut. Itu tidak akan habis-habis, apa-apa saja dilaporkan,” kata Taufiq, kepada detikcom, Senin (16/4/2018).

Taufiq menilai, ucapan kontroversial tersebut tidak sepantasnya dilontarkan oleh tokoh sekaliber Amien Rais. Menurutnya, Amien Rais adalah sosok yang begitu terhormat, pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan disebut sebagai Bapak Reformasi.

Tokoh sekaliber Amien, kata Taufiq, mestinya bisa menjaga diri dari ucapan yang tak perlu, kalau tidak ingin hancur oleh ucapannya sendiri.

“Kalau politisi sekaliber saya boleh berkata seperti itu, karena saya politikus medioker,” ujar Taufiq merendah.

“Kalau sekelas orang yang pernah menjadi Ketua MPR, bapak reformasi, tapi membuat pernyataan seperti itu, itu suatu kemunduran. Dengan pernyataan itu, dia telah hancur sendiri,” lanjutnya.

Amien Rais, menurut Taufiq, akan hancur dengan sendirinya tanpa harus dilaporkan ke polisi. Pernyataan Amien Rais, kata dia, hanya layak dikonsumsi orang yang kurang pintar. Kategorisasi partai setan dan partai Allah yang diterapkan Amien menurutnya tak bisa diterapkan semena-mena ke konteks politik aktual.

“Itu pernyataan politisi kalap, tidak pantas dikeluarkan oleh seorang yang disematkan gelar sebagai Bapak Reformasi,” ujarnya.

“Yang melaporkan menurut saya juga nggak ada kerjaan,” pungkas Taufiq.

Baca juga: Amien Rais Bicara ‘Partai Setan’, Sekjen NasDem: Saya Hanya Bisa Geleng Kepala dan Sedih

Sebelumnya, Cyber Indonesia melaporkan Amien Rais ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan soal ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’.

Pernyataan Amien Rais soal dikotomi partai-partai di Indonesia dinilai bisa memecah belah persatuan bangsa.

Menurut Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, pernyataan Amien Rais tersebut juga bermuatan ujaran kebencian sehingga mesti diproses hukum.

Setidaknya ada tiga poin yang dipersoalkan Cyber Indonesia dalam pernyataan Amien Rais itu.

“Mengenai adaya statement orang tidak bertuhan, statement partai Allah, statement Partai Setan,” kata Aulia Fahmi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4).

Aulia menilai, jika yang disebut Amien sebagai partai Allah hanyalah PAN, PKS, Gerindra, itu berarti partai lain dianggap partai setan.

“Atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu kami melihat di sini sudah ada indikasi, ada dugaan bahwa dia telah berupaya untuk memecah belah persatuan bangsa,” ujar Aulia.

Amien Rais dilaporkan Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan soal partai setan.

Amien Rais dilaporkan Cyber Indonesia ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan soal partai setan. (Foto: Hesti Rika/CNN Indonesia)

Dalam laporannya, Aulia membawa barang bukti berupa artikel pemberintaan yang ditulis oleh sebuah media.

Dalam salinan berkas laporan yang dibawa oleh Aulia, tercantum laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus, Tanggal: 15 April 2018 dengan nama pelapor Aulia Fahmi, SH.

Adapun pasal yang disangkakan, yakni pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE) dan atau pasal 156A KUHP.

Baca juga: Soal ‘Partai Setan’, Zulkifli Hasan: Amien Rais Bicara sebagai Penasihat Alumni 212

Laporan terhadap Amien Rais oleh Cyber Indonesia.

Laporan terhadap Amien Rais oleh Cyber Indonesia.

Diketahui, dalam tausiahnya usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu, Amien Rais sempat menyebut istilah ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’.

“Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” kata Amien saat itu.

“Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” lanjutnya.

Dikonfirmasi usai memberikan tausiyah tersebut, Amien Rais enggan menjelaskan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.

“Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” ujar Amien.

Loading...

Berita lainnya