Pemerintahan

Soal ‘Partai Setan’, Zulkifli Hasan: Amien Rais Bicara sebagai Penasihat Alumni 212

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Jurnalpolitik.id – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyatakan, Amien Rais tidak mewakili partai ketika bicara soal dikotomi partai setan dan partai Allah.

“Ya memang sudah diluruskan. Itu kan Pak Amin sebagai pembina atau penasihat Alumni 212. Itu juga ceramah di masjid habis shalat subuh, menjelaskan tentang teologi apa yang terkandung dalam Al Quran. Itu yang dijelaskan. Oleh karena itu, jangan dipersepsikan lain,” kata Zulkifli usai membuka Rakerwil DPW PAN NTB di Mataram, Sabtu sore (14/4).

Ditanya wartawan apakah PAN kecewa dengan pernyataan yang disampaikan Amien Rais tersebut, Zulkifli berkelit.

“Itu kata kamu ya,” katanya sambil berlalu meninggalkan lokasi Rakerwil DPW PAN NTB.

Baca: Klarifikasi PAN Terkait Pernyataan Amien Rais Soal ‘Partai Setan’ dan ‘Partai Allah’

Sebelumnya diberitakan, dalam sebuah ceramah di Jakarta, Ketua Dewan Kehormatan PAN yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Amien Rais, mendikotomikan partai-partai di Indonesia sebagai ‘partai setan’ dan ‘partai Allah’.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” kata Amien Rais dalam ceramahnya usai Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) pagi.

“Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya… Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” lanjut mantan Ketua MPR itu.

Baca: Amien Rais Bicara ‘Partai Setan’, Golkar: Jangan Kita Mengklaim Diri Paling Suci

Loading...

Berita lainnya