Pemilu, Pilpres 2019

Rizal Ramli Sarankan Jokowi Tak Maju Lagi, Kasihan Rakyat

Rizal Ramli
Rizal Ramli. (Foto: Antara/Wahyu Putro A.)

Jurnalpolitik.id – Mantan Menko Maritim Rizal Ramli meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) introspeksi mengenai kemampuannya mengubah nasib rakyat. Jika memang merasa tidak mampu, Jokowi, kata Rizal, sebaiknya jangan maju lagi sebagai capres.

“Kecuali mampu ada kejelasan programnya, strateginya apa yang mau dilakukan ke depan. Tapi kalau nggak saya kira cukup, kasihan rakyat,” kata Rizal dalam diskusi dan dialog kebangsaan yang diselenggarakan Pimpinan Besar Pemuda Muslim Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/4).

Rizal mengatakan, di setiap kesempatan diskusi dan dialog dengan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, dirinya selalu menanyakan mengenai kehidupan mereka. Sebagian besar menjawab dengan yakin bahwa hidup mereka akan tetap sulit jika pemerintah tidak berubah.

Baca: Presiden Jokowi: Kita Sering Tak Bisa Bedakan Mana Kritik dan Mana Celaan

Rizal tidak heran mendengar pandangan masyarakat tersebut. Dia pun meyakini kondisi ekonomi tak akan berubah selama pemerintah tetap menjalankan kebijakan yang konservatif.

“Ekonomi kita dua tahun terakhir mandek di lima persen, dan akan berlanjut kemandekan ini sampai 2019 karena kebijakan makro ekonominya sangat konservatif,” ujarnya.

Rizal mengatakan, pertumbuhan ekonomi tidak akan bisa digenjot hingga dua digit jika yang diambil tetap kebijakan super konservatif dengan menggunakan pakem ekonomi neoliberal ala Bank Dunia. Rizal pun mengharapkan kebijakan ekonomi konservatif ini diubah.

Seperti biasa, Rizal pun menyoroti utang luar negeri yang sekarang sudah mencapai angka Rp 840 triliun. Menurut dia, kebijakan perekonomian sekarang sekadar mengamankan pembayaran pokok dan bunga utang.

“Dan itu sama dengan dua kali dari anggaran infrastruktur, sehingga tidak aneh ekonomi mandek di 5 persen,” kata mantan Menko Ekuin era pemerintahan Gus Dur itu.

Baca juga: Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik se-Asia Pasifik 2018

JPNN

Loading...

Berita lainnya