Dunia, Hankam

TNI Akan Patroli Laut Bersama Eks Pemberontak Filipina, Benarkah?

Patroli laut
Ilustrasi patroli laut TNI AL. (Foto: Merdeka.com)

Jurnalpolitik.id – Pemerintah Indonesia diberitakan akan melakukan patroli pengamanan perbatasan laut bersama kelompok eks pemberontak Filipina Front Nasional Pembebasan Moro atau Moro National Liberation Front (MNLF).

Sebagaimana dikabarkan pada laman Rappler, Selasa 20 Maret 2018, Pendiri MNLF, Nur Misuari, mengatakan bahwa kelompoknya akan bergabung dalam patroli pengamanan perbatasan maritim yang dilakukan pemerintah RI.

“Segera kami akan melakukan patroli bersama dengan Pemerintah Indonesia,” ujar Misuari di hadapan ribuan pendukung MNLF di Davao, Minggu (18/3).

Dia bahkan mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui usulan MNLF agar TNI Angkatan Laut mengerahkan 10 kapal dalam operasi tersebut.

Menurutnya, sebagian personel yang akan diterjunkan dalam operasi itu adalah TNI. Sedangkan pasukan MNLF akan mewakili Filipina dalam operasi pengamanan tersebut.

Pendiri kelompok pemberontak Filipina Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF), Nur Misuari

Pendiri kelompok pemberontak Filipina Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF), Nur Misuari. (Foto: Rappler)

Bantahan Kemenhan RI

Namun Kementerian Pertahanan RI membantah kabar itu. Menurutnya, bukan dengan MNLF, tapi TNI akan melakukan kerjasama patroli dengan pemerintah Filipina dan Malaysia.

“Jadi yang benar adalah bahwa Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dan Malaysia dalam kegiatan Patroli Maritim Terkoordinasi Trilateral,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Brigjen TNI Totok Sugiharto, kepada CNNIndonesia.com.

Menurut Totok, patroli trilateral tersebut sudah dilaksanakan sejak Juni 2017, sebagai respons terhadap ancaman keamanan maritim, terutama pembajakan kapal yang sering terjadi di sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Totok Sugiharto, S.Sos

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Totok Sugiharto, S.Sos. (Foto: istimewa)

Patroli bersama itu juga dilakukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi ancaman meluasnya terorisme di Asia Tenggara setelah Marawi sempat dikuasai ISIS pada Mei 2017 lalu.

“Indonesia akan mendukung semua upaya yang diambil militer Filipina dalam upaya membasmi terorisme,” tegas Totok.

Diketahui, MNLF telah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Filipina sejak akhir 1960-an. Namun, belakangan, beberapa faksi di MNLF sepakat berdamai dengan pemerintah Filipina.

Kelompok itu kini turut membantu pasukan pemerintah Filipina menumpas pemberontak Maute dan Abu Sayyaf yang sempat menduduki Marawi.

Selain itu, MNLF juga pernah ikut membantu pemerintah Indonesia membebaskan sejumlah WNI yang diculik kelompok Abu Sayyaf beberapa waktu lalu.

Loading...

Berita lainnya