Pemerintahan

Sri Mulyani Tegaskan Isu Kenaikan Gaji Presiden Rp553 Juta Hoaks

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (kiri). (Foto: Antara/Wahyu Putro)

Jurnalpolitik.id – Kabar adanya rencana kenaikan gaji presiden hingga Rp553 juta per bulan berseliweran di media sosial selama beberapa hari terakhir.

Kabar tersebut muncul dalam rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang Gaji dan Tunjangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menteri Keuangan Sri Mulyani membantahnya dan menegaskan bahwa kabar tersebut hoaks.

“Itu tidak ada dan belum pernah dibahas, dan menurut saya yang disampaikan Menpan bahwa itu adalah hoaks,” kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Senin (12/3).

Saat ini, gaji pokok presiden sekitar Rp30 juta per bulan. Gaji itu melonjak drastis dengan perhitungan berbasis indeks 1:12.698 antara gaji PNS pangkat terendah dengan yang tertinggi.

Baca juga: Sri Mulyani Kecam Lembaga yang Suka Minta Duit Dulu Rencana Kerja Belakangan

Indeks penghasilan presiden disimulasikan mencapai Rp96.000, sehingga akan memperoleh penghasilan Rp553,4 juta per bulannya.

Berdasarkan perhitungan yang beredar di sosial media, gaji pejabat negara juga naik seperti wakil presiden menjadi Rp368,9 juta per bulan dari sebelumnya gaji pokok sebesar Rp20 juta karena berindeks penghasilan Rp64.000.

Dan Sri Mulyani pun kembali menegaskan bahwa pemerintah sampai saat ini belum membahas rencana menaikkan gaji presiden.

“Sekarang ini banyak sekali informasi-informasi yang dibuat, dan dokumen dokumen yang dibuat seperti mirip dengan pemerintah kemudian dipublikasikan,” ujar Sri.

“Kami tidak ada pembahasan mengenai hal itu sama sekali,” tegas mantan Direktur Bank Dunia ini.

Baca juga: Sri Mulyani ke Mahasiswa: Jaga Integritas Sejak Dini, Jangan Jadi Pecundang

Loading...

Berita lainnya