Dunia

Amandemen Masa Jabatan Disetujui, Xi Jinping Akan Jadi Presiden Seumur Hidup

Presiden Cina Xi Jinping
Presiden Cina Xi Jinping. (Foto: Reuters)

Jurnalpolitik.id – Parlemen Cina menyetujui pencabutan pasal yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali periode.

Selama beberapa dekade terakhir, semua pemimpin Cina menjabat dua kali periode. Setiap periode berjalan selama lima tahun.

Dengan dicabutnya pasal tersebut, kemungkinan Xi Jinping menjadi presiden seumur hidup akan terbuka lebar.

Perubahan ini disahkan dalam parlemen yang disebut dalam Kongres Nasional Rakyat Cina pada Minggu (11/03).

Sebagaimana dilaporkan AFP, amandemen konstitusi bersejarah tersebut didukung oleh 2.958 suara, sementara hanya dua suara yang menentang, dan tiga suara abstain.

Dengan keputusan ini, maka Presiden Xi Jinping akan tetap bisa menjabat setelah jabatan keduanya berakhir pada 2023 mendatang.

Adapun pembatasan masa jabatan selama atau 10 tahun — atau dua periode masa jabatan — ini pertama kali ditetapkan oleh Deng Xiaoping pada 1980-an. Bertujuan untuk menghindari terulangnya kembali kekacauan di era Mao yang memerintah lebih dari 30 tahun.

Dua pendahulu Xi Jinping mengikuti pola suksesi yang sudah ditetapkan. Namun sejak berkuasa, Xi Jinping sudah menampakkan adanya keinginan untuk memiliki aturan sendiri.

Amandemen atau penghapusan pasal pembatasan masa jabatan presiden tersebut diusulkan oleh Partai Komunis Cina, partai yang berkuasa penuh di negara itu.

Kongres Rakyat Nasional biasanya lebih merupakan pengesahan atas usulan-usulan yang sudah lebih dulu disiapkan partai.

Jejak politik Xi Jinping

Xi Lahir pada tahun 1953, merupakan putra dari salah seorang pendiri Partai Komunis. Dia bergabung dengan partai pada tahun 1974 dan menapak karier hingga menjadi presiden pada tahun 2013.

Di bawah kepemimpinannya, Cina menempuh reformasi ekonomi, kampanye antikorupsi yang tegas, dan kebangkitan nasionalisme namun dengan pemberangusan hak-hak asasi.

Upaya pemberantasan korupsi — yang populer di kalangan rakyat bawah — tampaknya menjadi faktor utama yang membuka peluang Xi untuk terus menjabat presiden setelah berakhirnya masa jabatan keduanya tahun 2023 mendatang.

“Salah satu tugas terbesarnya setelah dia berkuasa adalah mencabut semua ancaman atas partai dan negara. Untuk melakukan itu, tidak cukup baginya jika hanya menjabat dua periode,” jelas Hua Po, seorang pengamat politik di Beijing kepada kantor berita AFP.

Hua Po berpendapat jika Xi mengalihkan kekuasaan pada akhir masa jabatan keduanya, “Kemungkinan besar kekuasaan akan kembali ke tangan-tangan korup dan kelas elite sehingga semua upaya dalam beberapa tahun akan percuma.”

Bagaimanapun sejumlah pengamat melihat upaya Presiden Xi dalam memberantas korupsi juga digunakan untuk menggeser lawan-lawan politiknya walau anggapan itu dibantah keras oleh para pendukungnya.

Loading...

Berita lainnya