Dunia

Di Wilayah Ini Pejabat yang Tidak Becus Kerja Dihukum Pasung

Wali Kota San Buenaventura, Javier Delgado, dipasung selama satu jam setelah dia dianggap berbohong, warga merasa tidak puas akan kinerjanya (25/2/2018).
Wali Kota San Buenaventura, Javier Delgado, dipasung selama satu jam setelah dia dianggap berbohong, warga merasa tidak puas akan kinerjanya (25/2/2018). (Foto: Oddity Central/Radio Fides)

Jurnalpolitik.id – Tidak memilih kembali pejabat atau politisi yang tidak mampu bekerja, adalah suatu hukuman yang lumrah di lakukan di berbagai negara.

Namun, tidak bagi Bolivia. Negara yang berada di Amerika Selatan itu memiliki sistem ‘pengadilan masyarakat’ yang dinilai cukup efektif menghukum pejabat yang tidak becus kinerjanya.

Baru-baru ini seorang Wali Kota di San Buenaventura, sebuah kota kecil di Bolivia utara, dihukum karena tidak memenuhi janjinya kepada masyarakat setempat.

Javier Delgado, sang Wali Kota itu, dianggap telah berbohong kepada penduduk setempat dan tidak membuat warganya menjadi prioritas saat ingin bertemu dengannya.

Hal itu disampaikan salah seorang penduduk wilayah tersebut, bernama Daniel Salvador, dalam suatu acara di Radio Fides.

Akhirnya warga menggunakan hak konstitusional mereka untuk ‘pengadilan masyarakat’ dengan cara memasung Javier Delgado selama satu jam.

Tujuannya, agar ia tahu bahwa masyarakat tidak puas dengan kerja wali kota tersebut.

Wali Kota San Buenaventura, Javier Delgado,

Wali Kota San Buenaventura, Javier Delgado, dipasung selama satu jam setelah dia dianggap berbohong, warga merasa tidak puas akan kinerjanya (25/2/2018). (Foto: Oddity Central/Radio Fides)

Dalam beberapa foto yang beredar luas di media sosial di Amerika Selatan tampak satu di antara kaki Javier Delgado terpasung di alat hukuman zaman pertengahan dengan dikelilingi masyarakat yang marah.

Awalnya, pada 25 Februari 2018, Javier Delgado seharusnya meresmikan sebuah jembatan yang dibangun dengan dana negara dan kota praja.

Namun, setiba di lokasi ia jadi kaget ketika kerumunan masyarakat yang telah menunggunya bukan untuk acara peresmian tetapi untuk memberinya pelajaran.

Bahkan tanpa memberi penjelasan mengapa ia dihukum, masyarakat langsung menangkap Javier Delgado dan memasung sebelah kakinya di alat pasung dari kayu.

“Mereka bahkan tidak memberiku kesempatkan untuk tahu mengapa mereka langsung menghukum, tetapi aku tidak melawan karena menyadari hal itu beresiko perpecahan berlanjut,” ujar Javier Delgado kepada situs La Razon.

Ia menambahkan, akhirnya mereka memberi kesempatan dirinya untuk menjelaskan dan kemudian meminta maaf.

Ternyata masyarakat melihat bahwa mereka telah dimanipulasi dan mendapat informasi yang salah.

Javier Delgado

Javier Delgado. (Foto: Eju.tv)

Menurut Delgado, lawan politiknya dan pebisnis setempat mencoba untuk merusak pekerjaan yang telah ia lakukan lebih dari dua tahun dalam melayani masyarakat.

Ia mengklaim orang-orang tersebut menguasai transportasi sungai dan perusahaan penebang kayu yang terpengaruh oleh beberapa kebijakannya.

Lebih buruk lagi, kasus ini sebenarnya adalah yang ketiga kalinya dialami oleh wali kota Javier Delgado merasakan pengadilan masyarakat dalam masa 2,5 tahun pemerintahannya.

Yang pertama, ia ditempatkan di gudang selama beberapa bulan begitu mulai bertugas.

Yang kedua, para anggota kota praja menguasai kantornya dan memaksa ia pergi selama dua bulan penuh.

Khawatir akan keselamatannya, ia pergi ke sebuah kota tetangga, hingga sebuah komisi warga asli yang berwenang mengakhiri konflik tersebut.

“Aku adalah satu-satunya dari sedikit orang di seluruh negeri yang mengalami hukuman tradisional ini,” keluh Javier Delgado menutup pembicaraan.

Loading...

Berita lainnya