Hukum

PDIP Akan Polisikan Kivlan Zen Terkait Tuduhan ‘Kader PKI’

Kivlan Zen - Eva Kusuma Sundari
Kivlan Zen (kiri) - Eva Kusuma Sundari

Jurnalpolitik.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana melaporkan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen ke polisi terkait tudingan adanya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di tubuh partai pimpinan Megawati Sukarnoputri itu.

Kivlan memang sempat beberapa kali menyatakan bahwa PDIP banyak menampung pihak-pihak yang berafiliasi dengan PKI. Kivlan bahkan menuding ada sejumlah kader PDIP yang diduga masih menjadi bagian dari partai terlarang di Indonesia itu.

“Nanti PDIP juga akan melaporkan dia (Kivlan Zen). Jadi harus berdasarkan fakta dan data. Aku yakin pasti akan ada langkah hukum, karena kita enggak mau dalam urusan caci maki,” kata kader PDIP Eva Kusuma Sundari sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).

Eva adalah salah satu kader PDIP yang ikut disebut Kivlan sebagai bagian dari PKI. Selain Eva, Kivlan juga menyebut dua anggota DPR lainnya dari fraksi PDIP, yakni Budiman Sudjatmiko dan Rieke Diah Pitaloka.

 Eva Kusuma Sundari

Eva Kusuma Sundari (Foto: Tribunnews/JEPRIMA)

Eva membantah dirinya bagian dari PKI. Menurutnya, dia baru lahir pada 1965 dari keluarga yang berlatarbelakang pegawai negeri sipil (PNS).

“Saya lahir tahun 1965, ibu bapak saya PNS, guru SMA zaman segitu. Saya jadi PNS 11 tahun, kok bisa (dikaitkan) PKI-PKI. Enggak mungkin banget, itu asal bunyi. Saya lulusan terbaik P4 tingkat nasional tahun ’89, 17 terbaik,” ujarnya.

Eva pun menantang Kivlan untuk melaporkan dirinya maupun PDIP ke pihak berwajib bila memiliki bukti terkait hubungan dengan PKI. Anggota DPR dari Fraksi PDIP itu meyakini Kivlan hanya asal cuap saja di media massa dengan tujuan untuk mengadu domba.

“Jadi kita menantang pak Kivlan silakan, dilaporkan. Silakan melaporkan saya, Eva Kusuma Sundari,” kata dia.

Eva menambahkan, PDIP pun tidak akan tinggal diam, dan akan menyerahkan tindakan Kivlan tersebut ke penegak hukum sebagaimana Ustaz Alfian Tanjung, yang juga menuding sebagian kader PDIP adalah PKI lewat media sosialnya.

PDIP, kata Eva, saat ini tengah fokus untuk pemenangan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Menurutnya, manuver yang dilontarkan pensiunan jenderal TNI AD bintang dua itu sangat kental dengan muatan politis. Menurutnya Kivlan sedang melakukan kampanye hitam terhadap PDIP di tengah tahun politik.

“Kita fokus di pemenangan, biar urusan pembuktian itu tidak di media tetapi di pengadilan. Pak Kivlan harus rasional dong, jangan mengadu domba, black campaign begitu,” kata dia.

Baca: Kivlan Zen Sebut PKI Difasilitasi Orang-orang di Lingkaran Kekuasaan, Terutama PDIP

Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen.(Kompas.com/SABRINA ASRIL)

Selain Eva, kader PDIP Rieke Diah Pitaloka juga membantah tudingan yang disampaikan Kivlan. Menurut Rieke sangat tidak mungkin dirinya menjadi bagian dari PKI lantaran baru lahir pada 1974.

“Saya lahir tahun 1974. Saya enggak kenal Kivlan Zen. Mungkin Kivlan lebih tahu saya, daripada diri saya sendiri?” kata Rieke Rabu (7/3), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Meski menurutnya Kivlan telah melontarkan fitnah terhadap dirinya, Rieke tetap mendoakannya agar diberi kesehatan lahir dan batin.

“Saya doakan atas nama almarhum kedua orang tua saya, Kivlan diberi kesehatan lahir dan batin, dimudahkan segala urusan, dijauhkan dari segala fitnah,” ujar Rieke.

Sebelumnya, usai diskusi dengan tema ‘Isu Kebangkitan PKI: Antara Realita atau Propaganda’ di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (6/3), Kivlan sempat mengatakan bahwa ada sejumlah kader PDIP yang diduga terkait dengan PKI. Kivlan pun meminta mereka untuk mundur dari jabatannya di partai tersebut.

“Sebaiknya PDIP itu menarik lah, orang-orang seperti Eva Kusuma Sundari, Rieke Dyah Pitaloka, Budiman Sudjatmiko, dia membuat buku itu, janganlah dimasukkan jadi pimpinan lagi,” kata Kivlan.

Kivlan menilai PDIP dekat dengan komunis. Bahkan pada tahun 2015, lanjut Kivlan, PDIP mengirimkan sejumlah kadernya ke Partai Komunis China untuk belajar ilmu politik dan pengkaderan.

Loading...

Berita lainnya