Terkait Reklamasi, Amien Rais Puji Anies dan Sindir Salah Satu Menteri Jokowi

Amien Rais didampingi putra sulungnya, Hanafi Rais. (Foto: Tribunnews.com/Rizal Bomantama)

Jurnalpolitik.id – Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, memuji keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengaku akan menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

“Salah satu isu yang paling menonjol di negeri ini adalah apakah reklamasi Jakarta lanjut atau ditutup. Beliau (Anies) dengan senyum, dengan tenang menjawabnya,” kata Amien di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018).

Seusai memuji Anies, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu kemudian menyentil salah satu menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menentang keras sikap Anies terkait reklamasi.

Amien tidak menyebutkan langsung nama menteri yang dimaksud.

“Itu menteri yang kadang-kadang pasang wajah angker di TV, saya lupa namanya, yang akan meneruskan (reklamasi), beliau mengatakan, ‘Kita tunggu sampai ke mana (sikap) dia gubernur baru’,” ucap Amien.

“Jawabnya (Anies) sampai sangat jauh sekali, yaitu ditutup reklamasi itu,” lanjutnya.

Di acara ‘Mata Najwa’ dengan tema ‘Refleksi 100 hari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno‘ yang ditayangkan stasiun televisi Trans7, Rabu (24/1/2018), isu reklamasi ini menjadi salah satu topik pembahasan.

Najwa Shihab, sebagai pemandu acara, memutar video pernyataan dari Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam video, luhut dimintai tanggapan mengenai Gubernur DKI, Anies Baswedan, yang nampaknya resisten (menolak) reklamasi.

Luhut mengatakan, “Kalau dia agak resisten, ya lihat aja. Silahkan ditunjukkan resistensinya dimana. Saya enggak ada urusan. Tapi jangan bilang macam-macam sama saya, saya kejar siapa pun dia. Kalau mau duduk, duduk lihat baik-baik, jangan aneh-aneh. Siapa pun dia itu.”

Pewawancara kemudian menanyakan, “Jadi ini semata-mata hanya melanjutkan apa yang sudah dilakukan dan untuk kepentingan kepastian investasi?”

“Ya, secara profesional saya pertanggung jawabkan itu. Secara profesional, saya pertanggung jawabkan itu siapa pun dia. Mau siapa dia ngomong ke sini. Jangan asal ngomong aja. Republik ini dia pikir apa. Emang dia siapa? Ngomong yang benar gitu,” kata Luhut dengan suara tegas.

Menanggapi pernyataan Luhut tersebut, Anies mengatakan, “Insyaallah saya terus dan tetap pegang aturan-aturan yang ada.”

“Justru karena kita menggunakan aturan-aturan, maka kita mau mentertibkan. Di era Pak Harto, Kepres no.52 tahun 1995 jelas sekali pasal 4 menyatakan di situ bahwa wewenang dan tanggung jawab reklamasi Pantura di tangan gubernur. Jelas itu.”

“Lalu, ini menarik, kemudian gubernur harus membentuk badan pelaksana (pasal 8). Itu kata Kepres.”

“Kemudian sesudah ada Kepres ini, tahun 1995 pemprov DKI membuat perda. Perda no.8 tahun 1995 dan perda itu mengatakan di pasal 33: Penyelenggaraan reklamasi dilakukan oleh badan pelaksana.”

“Nah sekarang yang terjadi, jangan sampai ada sebuah pihak membangun sesuatu. Saya bangun rumah di situ, sudah saya bangun rumah, sudah bikin gedung tinggi dan besar tanpa mengikuti aturan, kemudian saya bilang tolong beri ini izin. Kenapa? Karena saya sudah membangun, saya sudah keluar banyak, saya sudah investasi, maka beri saya izin. Tidak bisa. Kalau anda melanggar, ya melanggar. Jadi ini pelanggaran,” kata Anies.

Najwa pun memastikan apakah gubernur tersebut akan mengambil jalan alternatif yang berbeda terkait reklamasi.

“Kita pakai aturan saja, siapa yang sebenarnya memiliki tanggung jawab untuk reklamasi,” ucap Anies.

Anies beranggapan yang menentukan jalan atau tidaknya adalah orang yang memiliki mandat.

Menjelang penutupan sesi tersebut, Najwa kembali menanyakan, “isu reklamasi ini isu yang sangat disorot, dan anda tetap pada posisi sejak awal. Dengan tegas akan menolak reklamasi?”

“Ya, ini tanah air kita dan diatur dengan hukum yang ada di tanah air kita,” jawab Sandiaga Uno.

Lihat selengkapnya dalam video berikut: