Prabowo: Pak Fadli Juga Bisa Jadi Presiden, Asal Namanya Diganti Jadi Fadli Zono

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Sekjen Ahmad Muzani (kedua kanan) Wakil Ketua Umum sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dan Ketua Harian Laksamana Madya TNI (Purn) Muklas Sidik (kedua kiri) ketika menghadiri acara peringatan HUT Partai Gerindra ke-8 di Jakarta, Sabtu (6/2/2016). (Foto: Aktual)

Jurnalpolitik.id – Prabowo Subianto, memberi sambutan dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun yang ke-10 Partai Gerindra, Sabtu (10/2/2018).

Prabowo banyak melontarkan candaan dalam sambutannya tersebut.

Salah satunya yang kena candaannya adalah Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.

Awalnya Prabowo menyapa Waketum Gerindra Ferry Juliantono. Mantan Danjen Kopassus itu menyebut Ferry cocok menjadi Presiden RI lantaran nama belakangnya.

“Ferry Juliantono memenuhi syarat jadi presiden. Ada ‘no’-nya (Juliantono),” kata Prabowo di DPP Gerindra, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Sabtu (10/2/2018).

Kemudian Prabowo menyebut nama Fadli Zon. Menurutnya, Fadli juga bisa jadi presiden tapi nama belakangnya diedit sedikit.

“Pak Fadli juga bisa, (namanya jadi) Fadli Zono,” canda Prabowo.

Fadli pun terbahak mendengar candaan Prabowo tersebut.

Baca juga: Fadli Zon: Hanya Prabowo yang Mampu Mengubah Karut-marut Negeri Ini

Selain soal Presiden, Prabowo juga menyinggung Fadli soal kontroversialnya.

“Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ini penuh kontroversi. Memang demokrasi butuh kontroversi, asal damai dan tenteram,” kata Prabowo.

Namun Prabowo kerap mengaku dipusingkan oleh kontroversi yang dibuat Fadli Zon. Dan Prabowo mengaku sulit mengontrol Fadli lantaran posisi Fadli di parlemen sebagai Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam.

“Susah mengendalikan beliau. Karena dunia berputar. Dulu Fadli, fruitboy (anak buah, red) saya, sekarang Wakil Ketua DPR. Dari segi protokol saja kalah saya. Tapi di partai aku masih (pemimpin),” ujar Prabowo.

Baca juga: Seruan ‘Prabowo Presiden’ Bergema di Perayaan HUT ke-10 Gerindra

Prabowo pun mengaku kerap marah ketika melihat ada yang salah dari pernyataan Fadli. Namun Fadli tetap saja bisa merayu dengan datang ke kediamannya di Hambalang dan menyanyikan lagu kesukaan.

“Kalau Fadli Zon salah ngomong saya panggil ke ruangan, enggak saya omelin di luar. Meskipun kadang pengin ngomelin,” kata Prabowo yang lagi-lagi langsung disambut gelak tawa para kader.

Selain berbicara soal Fadli, Prabowo juga melontarkan candaan saat menyapa Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani.

Dia mengatakan, Muzani tampak gemibar lantaran berpeluang duduk sebagai Wakil Ketua MPR.

“Ahmad Muzani ko semringah, apa kemungkinan jadi Wakil Ketua MPR? Jangan tepuk tangan dulu, baru kemungkinan loh,” kata Prabowo yang kembali disambut tawa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sempat menyinggung soal isu mahar politik yang menerpa partainya usai pengakuan La Nyalla Mattalitti beberapa waktu lalu.

Prabowo menanyakan hal tersebut ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang diusung Gerindra bersama PKS.

“Tanya Pak Anies, berapa duitnya. Pak Anies, kasih mahar nggak ke saya?” kata Prabowo. Anies, yang duduk di barisan depan kemudian merespons dengan menggelengkan kepala.

Baca: Anies-Sandi Hadiri Acara HUT Gerindra

Loading...