Connect with us

Hankam

Kapolri Sudah Kantongi Pengedit dan Penyebar Video Pidato Tentang Ormas

Terbit:

pada

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Jurnalpolitik.id – Kapolri Jendral Tito Karnavian menyatakan pihaknya sudah mengantongi identitas oknum yang telah memotong dan mengedit video pidato soal ormas Islam.

Penggalan dari video tersebut sempat viral beberapa waktu lalu. Dalam video yang berdurasi sekitar dua menit itu, Kapolri menyebut Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas pendiri Indonesia.

Selain kedua ormas tersebut, disebutnya meruntuhkan NKRI.

Sontak, kecaman pun datang bertubi-tubi dari segala penjuru. Bahkan, Sekjen MUI, Ustadz Tengku Zulkarnain, memprotes keras pernyataan Kapolri tersebut lewat tulisan panjang yang dia unggah di media sosial Facebook.

Baca: Tengku Zulkarnain Sebut Pernyataan Kapolri Provokatif dan Buta Sejarah

Sayangnya, kata Tito, video yang beredar viral tersebut adalah hasil editan dan tidak utuh.

Menurut Tito, video tersebut aslinya berdurasi 26 menit, namun kemudian dipotong dan diedit dengan hanya menjadi sekitar dua menit saja.

Pemotongan dan pengeditan itulah yang dipermasalahkan Tito. Sebab, dengan dipotong dan dieditnya video itu, berdampak pada penafsiran yang keliru.

Kapolri mengaku telah mengantongi identitas pelaku pemotong, pengedit dan penyebar video tersebut. Kendati demikian, Tito belum mau mengungkapkannya.

Selain identitas, kepolisian juga sudah mengetahui persis motif orang tersebut melakukannya.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menyambangi Kantor DPP Syarikat Islam (SI), di Grogol, Jakarta Barat, Selasa (6/2/2018).

“Motifnya juga tidak jauh-jauh, arahnya ke politik-politik juga,” kata Tito.

Namun, Tito mengatakan tak mau lagi memperpanjang masalah tersebut.

Pihaknya juga memutuskan untuk tidak mengunggah atau mempublikasikan video utuh berisi pidatonya yang belakangan menjadi viral.

Tito berkilah, kasus yang menimpanya tersebut ibarat seperti bermain catur.

Jika membuat langkah baru, maka akan diikuti dengan langka-langkah selanjutnya.

Dengan demikian, permasalahan akan terus memanjang dan tak akan menemui titik akhir.

“Saya pikir tidak perlu lagi, nanti akan jadi gorengan baru,” katanya.

Tito menambahkan, dirinya sudah memberikan banyak penjelasan kepada sejumlah pihak terkait penggalan video tersebut. Oleh sebab itu, daripada menimbulkan kegaduhan baru yang makin runyam, dia memilih untuk meredakan suasana.

Tito lebih memilih untuk merangkul semua pihak untuk mendinginkan suasana. Apalagi menjelang Pilkada serentak 2018.

“Kehadiran saya di sini niatnya baik, untuk merangkul semua pihak tanpa menepikan ormas manapun,” jelasnya.

“Dalam jangka pendek ini, kami sepakat untuk mendinginkan suasana jelang Pilkada,” pungkas Tito.

Loading...
Sponsor
Loading...
Komentar

Trending