Legislatif

Sindir Soal Banjir, Anggota DPRD DKI: Saya Baru Paham Alasan Jokowi Pecat Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pantau situasi di Pintu Air Manggarai, Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018) sore. (Foto: Tribunnews)

Jurnalpolitik.com – Anggota Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, menilai Gubernur Anies Baswedan tak memiliki prioritas dalam bekerja.

Hasbi pun menyindir Anies dengan menyinggung soal reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo dua tahun lalu.

“Saya baru paham alasan Jokowi (me-reshuffle Anies) setelah banjir di Jakarta dua hari ini. Ini toh alasannya,” kata Hasbi, dilansir dari Wartakotalive.com, Selasa, 6 Februari 2018.

“Beliau (Anies) ternyata tak punya skala prioritas dalam bekerja,” lanjut Hasbi.

Sebagaimana diketahui, Anies adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Kerja Jokowi-JK sebelum menjadi pemimpin DKI.

Anies diangkat menjadi Mendikbud pada Oktober 2014 dan di-reshuffle pada Juli 2016.

Dan pada Oktober 2017, Anies bersama Sandiaga Uno diangkat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI setelah memenangkan Pemilihan Gubernur DKI yang digelar dua putaran, 15 Februari dan 19 April 2017.

Kembali ke masalah banjir.

Banjir yang melanda Jakarta sejak dua hari terakhir, menurut Hasbiallah, diakibatkan oleh kelalaian Anies.

Hasbi menilai, Anies lalai dalam memprioritaskan permasalahan banjir pada program-program pertamanya. Padahal Anies mulai menjabat menjelang puncak musim hujan.

Namun, kata Hasbi, Anies malah mendahulukan persoalan lain seperti penataan Tanah Abang, legalitas becak dsb.

Anggota Komisi D DPRD DKI, Hasbiallah Ilyas.

Anggota Komisi D DPRD DKI, Hasbiallah Ilyas.

Menurut Hasbi, banjir di Jakarta selama dua hari ini sebenarnya bisa dicegah jika Anies cepat mengatasi masalah pembebasan lahan yang belum rampung di Sungai Ciliwung.

“Banjir dua hari ini di Pejaten Timur, Rawajati, dan lainnya itu, karena ada bagian Sungai Ciliwung yang belum ditutup sheet pile (turap). Penyebabnya karena pembebasan lahan belum rampung, sehingga BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, red) belum bisa bekerja memaksimalkan penurapan,” kata Hasbi.

Padahal, kata Hasbi, sejak November 2016 lalu usulan-usulan itu sudah masuk ke meja Anies, namun tak mendapat tanggapan.

“Begini nih kalau gubernurnya cuma bisa cengar-cengir saja. Presiden Jokowi dulu melakukan langkah tepat dengan memecat Anies dari jabatan Menteri Pendidikan. Kayak begini kerjanya, kok,” tutur Hasbi.

Baca juga: Sendirian Anies Begadang Sampai Jam 2 Pagi Pantau Pintu Air Manggarai

Berita lainnya