Dunia, Pemerintahan

Jadi Imam dan Makmum di Afganistan, Ini Penjelasan Langsung Jokowi

Foto menunjukkan Presiden Joko Widodo shalat berjamaah dan menjadi makmum di Afghanistan. (Foto: Istimewa)

Sebuah foto yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo menjadi makmum salat di Afganistan beredar viral di media sosial. Di foto tersebut tampak Jokowi bersama Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, berada di saf makmum pertama.

Foto tersebut diunggah pertama kali oleh Ahmad Fawad Lami, penyiar TV VOA Afghanistan, di akun Twitter-nya, @fawadlameh.

Foto itu jadi bahan perbincangan lantaran berbeda dengan yang ada di video dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden yang beredar sebelumnya, dimana Presiden Jokowi-lah yang menjadi imam salat.

Sementara di foto yang diunggah Ahmad Fawad ini Jokowi yang menjadi makmum.

Foto menunjukkan Presiden Joko Widodo shalat berjamaah dan menjadi makmum di Afghanistan. (Foto: Istimewa)

Jokowi jadi imam salat di Afghanistan.

Jokowi jadi imam salat di Afghanistan. (Foto: Screenshot video BPMI)

Netizen pun mempertanyakan, mana dari dua foto tersebut yang benar? Bahkan sejumlah netizen menganggap salah satu foto tersebut sebagai hoaks.

Presiden Jokowi pun menjelaskan langsung. Dengan santai, Jokowi menjelaskan kejadian sebenarnya.

“Yang pertama itu salat Zuhur imamnya dari masjid sana. Kemudian kami ingin jamak takdim melanjutkan ke Ashar. Saya maju, ya, biasa lah. Apa sih yang diramaikan?” ujar Jokowi sambil tertawa di Istana Negara, Rabu (31/1).

Penjelasan Jokowi tersebut agak berbeda dengan yang diungkapkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ikut dalam kunjungan Jokowi ke Afghanistan pada Senin (29/1/2018) kemarin.

Pramono mengatakan bahwa salat berjamaah memang dilakukan dua kali.

Pertama, salat zuhur, di mana Jokowi menjadi imam shalat. Selanjutnya shalat sunah, di mana Jokowi menjadi makmum.

Jokowi mundur dari posisi imam dan mengisi saf pertama, berdiri tepat di samping Presiden Afganistan, Ashraf Ghani. Sementara pria yang semula ada di samping Ghani lalu mengambil posisi imam.

“Itu (foto yang beredar) waktu shalat sunah,” kata Pramono sebagaimana dikutip Kompas.com, Rabu (31/1/2018).

Jokowi jadi imam salat di Afghanistan.

Jokowi jadi imam salat di Afghanistan. (Foto: Screenshot video BPMI)

Pramono menjelaskan, salat sunah yang dilakukan setelah salat zuhur itu dilakukan dua rakaat. Salat sunah tersebut dilakukan untuk mendoakan warga Afganistan yang tewas dalam berbagai serangan teror beberapa hari terakhir.

“Itu sebenarnya salat sunah untuk peristiwa (yang terjadi di Afganistan), mereka berdoalah,” kata dia.

Sebelum kedatangan Jokowi, peristiwa ledakan bom melanda Kabul, ibu kota Afganistan.

Pada 21 Januari 2018 atau delapan hari sebelum kedatangan Jokowi, bom meledak di Hotel Intercontinental menewaskan lebih dari 20 orang. Serangan ini diklaim kelompok Taliban.

Kemudian pada 27 Januari 2018 atau dua hari sebelum kedatangan Jokowi, bom bunuh diri menghantam pusat kota Kabul. Pelaku menggunakan ambulans berisi penuh bahan peledak. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 103 orang.

Bahkan, pada hari kedatangan Jokowi, Senin (29/1/2018), tepatnya dua jam sebelumnya, markas akademi militer di Kabul kembali diserang.

Sebanyak lima tentara Afganistan tewas dan 10 lainnya mengalami luka dalam serangan yang diklaim dilakukan ISIS tersebut.

Kendati demikian, Presiden Jokowi tetap bersikeras ke Afganistan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya ke lima negara di Asia.

Jokowi mengatakan, kunjungan ke Afganistan tersebut harus dilakukan sebab sudah direncanakan jauh sebelumnya.

Kedatangan ini merupakan kunjungan balik setelah lawatan Presiden Ashraf ke Indonesia beberapa waktu sebelumnya.

Indonesia juga pernah diminta berperan aktif mengenai perdamaian terutama di Afghanistan oleh Komite Tinggi Perdamaian (High Peace Counsil) ketika berkunjung ke Istana Bogor tahun lalu.

“Dari sana menginginkan Indonesia memediasi itu, kewajiban kita menjaga perdamaian dunia. Itu diamanatkan konstitusi,” kata Jokowi.

Terkait risiko yang harus ia hadapi saat berkunjung ke Afghanistan saat itu, Jokowi menjawab dengan enteng, “Orang kok selalu berhitung untung dan rugi? Itu amanat konstitusi. Baca saja konstitusinya.”

Baca: Jokowi Jadi Imam Salat di Afganistan, Fadli Zon: Itu Pencitraan

Loading...

Berita lainnya