Dunia

Jokowi Tiba di Kabul, Afganistan Beberapa Jam Setelah Ledakan

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Hamid Kariadi, Kabul, Afghanistan, Senin 29 Januari 2018 pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 WIB. (Foto: Intan - Biro Pers Setpres)

Jurnalpolitik.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, tiba di Kabul, ibu kota Afghanistan, yang dalam beberapa hari terakhir diguncang tiga serangan bom, termasuk yang terjadi Sabtu (27/1) dan Senin (29/1) dini hari tadi.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis menyebutkan Presiden Jokowi bertolak dari Bangladesh dan tiba di Bandara Internasional Hamid Kariadi, Kabul, Senin sekitar pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 WIB.

Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Afganistan adalah yang kedua dilakukan Presiden Republik Indonesia setelah Presiden Sukarno pada 1961.

Baca juga: Jokowi Tetap akan ke Afghanistan Meski Ada Serangan Bom di Kabul

jokowi di Afganistan

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Afghanistan untuk acara kenegaraan setelah sebelumnya terjadi peristiwa pemboman sejak Sabtu (27/1/2018) di negara itu. (Foto: Intan – Biro Pers Setpres)

Di pintu pesawat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Afghanistan Arief Rachman dan Kepala Protokol Negara Afghanistan menyambut Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana.

Udara dingin bahkan hujan salju yang menyelimuti Kabul tidak mengurangi hangatnya penyambutan pemerintah Afghanistan.

Berturut-turut pejabat Afghanistan yang menyambut Jokowi adalah Wakil Presiden Sarwar Danish, Menteri Luar Negeri Salahudin Rabbani, Menteri Keuangan Eklil Hakimi, Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani, Gubernur Kabul Mohammad Yaqoub Haidan, dan Walikota Kabul Abdullah Habibzal.

Dari bandara, Presiden melanjutkan perjalanan dengan mobil yang telah disediakan menuju Istana Presiden Arg.

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Hamid Kariadi, Kabul, Afghanistan, Senin 29 Januari 2018 pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 WIB. (Foto: Intan – Biro Pers Setpres)

Sejumlah agenda menanti Presiden Jokowi di negara yang dipimpin oleh Presiden Ashraf Ghani tersebut.

Berdasarkan informasi resmi Istana, lawatan kenegaraan dengan Presiden Afghanistan merupakan agenda pertama Jokowi dan Ibu Iriana. Pertemuan itu akan dilangsungkan di Istana Presiden Arg.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi dan Presiden Ghani mengikuti serangkaian acara, mulai dari pertemuan empat mata alias tete a tete, pertemuan bilateral bersama-sama masing-masing delegasi dan pernyataan pers bersama.

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Hamid Kariadi, Kabul, Afghanistan, Senin 29 Januari 2018 pukul 11.40 waktu setempat atau 14.10 WIB. (Foto: Intan – Biro Pers Setpres)

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan bertemu dengan High Peace Council (HCP) Afganistan di Istana Haram Sarai (Wisma Negara), mengikuti santap siang bersama di Istana Presiden Arg dan mengunjungi Istana Darul Aman.

Kunjungan ke Istana Darul Aman tersebut merupakan agenda terakhir Presiden Jokowi dan Ibu Negara di Afganistan. Senin sore, Presiden dan rombongan akan bertolak ke Tanah Air.

Turut mendampingi Presiden di Afghanistan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri Hadi.

Presiden Jokowi disambut Presiden Afganistan, Ashraf Ghani. (Foto: Dok. Pajhwok Afghan News)

Sebelumnya, sekitar 103 orang tewas dan 235 orang terluka setelah bom bunuh diri menggunakan mobil ambulans mengguncang kota ini.

Peristiwa itu terjadi hanya berjarak sekitar 500 meter dari Kedutaan Besar RI di Afghanistan.

Senin pagi buta waktu setempat gerombolan bersenjata menyerang tentara di dekat akademi militer Afghanistan.

 

ANTARA

Berita lainnya