Gerindra Harap La Nyalla Urungkan Niat Tempuh Jalur Hukum

La Nyalla bersama Prabowo Subianto dan Amien Rais saat halal bihalal di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Minggu (23/7/2017).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono berharap La Nyalla Mattalitti mengurungkan niat untuk menuntut Partai Gerindra. Sebelumnya La Nyalla mengaku dirinya diminta uang sebesar Rp40 miliar untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim).

Baca: Diminta Setor Uang Rp 40 M, La Nyalla Ancam Tuntut Prabowo

Menurut Ferry, tidak ada masalah seandainya La Nyalla keluar dari Partai Gerindra. Partai tidak bisa menghalangi keputusan mundur seorang kader.

“Menurut saya kalau sudah seperti itu haknya Pak La Nyalla, tentu kita nanti akan hadapi. Tapi ya, sebaiknya kalau bisa diurungkan, sebab susah nanti masalahnya, menjadi terlalu lebar,” kata Ferry di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono.

Ferry menegaskan, uang sebesar Rp 40 miliar yang diminta Prabowo Subianto bukanlah mahar, melainkan untuk biaya persiapan kampanye termasuk saksi. Dia berharap La Nyalla menanggapi kesalahpahaman tersebut secara bijaksana.

Baca: Habiskan Rp 100 M di Pilkada DKI, Sandiaga: Tak Ada Mahar Sama Sekali

“Kita masih menganggap Pak La Nyalla adalah bagian dari keluarga besar yang kami pahami situasinya. Tapi sekali lagi pada kesempatan ini saya mengharapkan Pak La Nyalla bisa lebih bijaksana,” tuturnya.

Dia meyakini, jika La Nyalla melanjutkan tuntutan hukum, maka akan menyusahkan Partai Gerindra kedepannya. Terlebih saat ini memasuki agenda politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 sekaligus persiapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

“Iya itu juga merupakan haknya Pak La Nyalla, tapi ke depan tantangannya makin berat buat Partai Gerindra. Ini juga pelajaran dan ujian. Banyak sekali belakangan ini cobaan buat Partai Gerindra. Tapi insya Allah Partai Gerindra bisa melalui dengan baik,” ujarnya.

Senada dengan yang diungkapkan Ferry, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria pun berharap polemik yang terjadi antara La Nyalla Mattalitti dengan Partai Gerindra bisa diselesaikan lewat jalur mediasi.

“Kami lakukan silaturahmi, mediasi, melakukan cara-cara untuk menyelesaikan masalah secara mufakat. Saya yakin masalah partai dengan kader bisa diselesaikan mufakat,” kata Riza di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/1).

Gerindra, kata Riza, tetap menilai La Nyalla sebagai sosok yang baik dan dikenal luas di publik Jawa Timur. Juga telah memberi kontribusi banyak ke partai.

“La Nyalla itu orang yang baik. Saya kenal betul, saya termasuk kader Gerindra yang mendukung beliau di Pilgub Jatim. Saya termasuk orang yang berusaha beliau didukung beberapa partai,” ujarnya.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Riza enggan menilai pernyataan La Nyalla soal uang Rp40 miliar sebagai bentuk kekecewaan karena gagal direkomendasikan sebagai bakal calon gubernur dari Gerindra.

Namun, menurut Riza, ada hal yang mesti dipahami yaitu Partai Gerindra tidak bisa mengusung sendiri calon di Jawa Timur. Gerindra perlu juga mendengar pendapat dari beberapa partai koalisi.

Hingga akhirnya Gerindra meutuskan untuk mendukung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Sukarno.

“Saya yakin La Nyalla memahami, dia orang baik, dia bagus kontribusinya untuk kepentingan umat, dan kami partai bangga dengan La Nyalla yang mendukung Prabowo pada pilpres lalu,” katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Bersaksi, di Pilwalkot Bandung Pak Prabowo dan Gerindra Tak Minta Mahar Sepeser pun