Pemilu, Pilkada

Bantah Tudingan La Nyalla soal Mahar Politik, Gerindra Ungkit Pencalonan Jokowi-Ahok

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria

Partai Gerindra menepis tudingan La Nyalla Mattalitti yang mengatakan bahwa dirinya dimintai uang hingga puluhan miliar rupiah oleh Prabowo Subianto untuk bisa mendapatkan rekomendasi di Pilgub Jatim 2018.

Membantah pernyataan La Nyalla tersebut, Gerindra mengungkit Pilkada DKI 2012, saat mereka mengusung Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Ya nggak benar. Jadi Partai Gerindra ini partai yang dalam proses pilkada itu selalu mengedepankan kepentingan bangsa kepentingan negara di atas kepentingan parpol,” ujar Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.

Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Bersaksi, di Pilwalkot Bandung Pak Prabowo dan Gerindra Tak Minta Mahar Sepeser pun

Riza kemudian menceritakan soal Pilkada DKI 2012. Saat itu Gerindra mengusung pasangan Jokowi-Ahok saat partai lain mendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Ketika itu, kata Riza, Gerindra lah yang memohon kepada Ketum PDIP, Megawati Sukarnoputri, supaya Jokowi diperbolehkan maju.

Hingga akhirnya Megawati menyetujui pencalonan Jokowi-Ahok. Namun masalah uang sempat menjadi kendala. Akhirnya, kata Riza, Gerindra memutuskan untuk membiayai pasangan Jokowi-Ahok.

“Ada masalah lain di situ, apa? Ternyata pasangan (Jokowi-Ahok) ini tidak punya uang. Bagaimana dengan uang? Dipertanyakan. Bagaimana pembiayaan pilkada? Ketika itu Bapak Prabowo, Pak Hashim, menyampaikan, ‘Kita akan siap mencarikan dananya’. Pak Hashim ketika itu (keluarkan biaya) sampai Rp 62,5 miliar untuk kepentingan Pilkada DKI Jokowi-Ahok,” tutur Riza.

“Apa artinya di situ? Kami bukan partai yang meminta, apalagi mengambil uang dari pasangan calon. Tapi buktinya kami justru partai yang mengeluarkan uang untuk kepentingan pasangan calon,” tegas dia.

Baca juga: Bantah Pernyataan La Nyalla Soal “Mahar”, Gerindra: Apa Pak Sudirman Said Punya Uang?

Selain itu, lewat rentetan Tweet panjang, Partai Gerindra pun menyatakan bantahannya terkait pernyataan La Nyalla Mattaliti.

Berikut rangkaian jawaban Gerindra melalui akun twitter resminya, @Gerindra:

1. Tidak ada mahar di @Gerindra. Apalagi mahar politik. Silakan konfirmasi langsung kepada pak @jokowi, @basuki_btp, @ridwankamil, @aniesbaswedan, dan @sandiuno yang pernah kami dukung dan berhasil menjadi kepala daerah.

2. Bukan hanya La Nyalla kader @Gerindra yang gagal maju menjadi cagub pilihan pak @prabowo. Masih ada @FerryJuliantono dan @GusIrawanPsb. Dengan jiwa ksatria, pejuang politik @Gerindra menerima dan percaya akan keputusan partai dan pimpinan partai.

3. Kita telah memberikan kesempatan & peluang kepada yg bersangkutan untuk mengikuti konstelasi pilkada Jatim. Akan tetapi, seperti yg kita semua ketahui yang bersangkutan tidak mampu membangun koalisi & mencari pasangan wakilnya. https://t.co/KKW42P61AQ, https://t.co/srS6wrMS80

4. Karena secara realistis, @Gerindra tidak sanggup mengusung cagub di Jatim tanpa berkoalisi dengan partai lain

5. Tugas partai tersebut bukan hanya ditujukan kepada La Nyalla, akan tetapi cagub pilihan pak @prabowo lainnya. Contoh, @sudirmansaid, beliau dibebaskan untuk mencari koalisi hingga akhirnya mendapatkan pasangan wakilnya.

6. Kita tahu juga, Mulyadi, ketua DPD @Gerindra Jabar, yang tidak mendapatkan rekom dari partai dan pak @prabowo, karena partai dan pak @prabowo lebih memilih pak @MayjenSudrajat. Dan pak @MayjenSudrajat pun mampu meraih koalisi.

8. Karena apa yang mereka lakukan sudahlah sesuai dengan ikrar kader partai @gerindra, ‘Tunduk dan patuh kepada ideologi dan disiplin partai serta menjaga kehormatan, martabat, dan kekompakan partai’.

9. Jadi, publik bisa menilai sendiri, mana kader sejati dan pejuang politik @Gerindra. Dan mana yang tidak tulus berjuang bersama @Gerindra dan pak @prabowo, karena memanfaatkan politik hanya untuk tujuan ambisi kekuasaannya saja.

Loading...

Berita lainnya