Pemilu, Pilkada

Bantah Pernyataan La Nyalla Soal “Mahar”, Gerindra: Apa Pak Sudirman Said Punya Uang?

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria.

Partai Gerindra membantah tudingan La Nyalla Mattalitti yang menyebut dirinya dimintai uang hingga puluhan miliar sebagai syarat keluarnya rekomendasi pengusungan di Pilgub Jatim 2018.

Gerindra menegaskan tak ada sama sekali perminataan uang atau mahar terhadap pasangan calon yang diusung.

“Dalam Pilkada sekarang, kalau ingin jujur silakan, dari 17 calon yang diusung oleh Gerindra umumnya pasangan calon yang tidak mempunyai dukungan modal yang kuat, bukan orang-orang kaya. Bukan orang yang punya modal kuat,” kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat dihubungi, Kamis (11/1/2018).

Riza lalu memberi contoh calon gubernur Jawa Barat dan Jawa Tengah. Menurut dia, calon di dua daerah tersebut tak diminta setor uang sebagai syarat pengusungan.

“Pak Sudrajat purnawirawan, Pak Sudirman Said birokrat, nggak punya uang dan lain sebagainya. Apa pesan yang ingin disampaikan? Ya bukan uang semata-mata yang dicari, yang dibutuhkan dari pemenangan. Tapi integritas, kebersamaan, NKRI, merah-putih, makanya kita dukung,” tegas dia.

Riza kembali menegaskan, politik uang bukanlah syarat di Gerindra. Pasangan calon yang diusung Gerindra di Pilgub Jawa Tengah, Sudirman Said-Ida Fauziyah, juga menurut dia bukanlah calon dengan bergelimang uang.

Jika tak percaya, Riza menyarankan pihak-pihak untuk bertanya langsung ke Sudirman maupun Ida.

“Tanya, emang Mbak Ida punya uang? Terus Pak Sudirman Said punya uang? Tanya apa ada Mbak Ida sama Sudirman setor-setor ke partai? Artinya Partai Gerindra bukan partai yang minta-minta apalagi ngambil uang. Fakta membuktikan sebaliknya. Justru kita banyak terlibat membantu pembiayaan,” tegas Riza yang menjabat wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Sebelumnya, La Nyalla menggelar jumpa pers dan mengungkap adanya permintaan duit dari Prabowo.

Dalam jumpa pers yang digelar di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1/2018) itu, ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur tersebut mengaku dimintai sejumlah uang untuk biaya saksi. Namun, La Nyalla tak merinci uang saksi ini untuk ajang pesta demokrasi yang mana.

“Ada saat tanggal 9 itu yang ditanyakan uang saksi. Kalau siapkan uang saksi, saya direkom tapi kalau uang saksi dari 68.000 TPS dikali Rp 200.000 per orang dikali 2 berarti Rp 400.000. Itu sekitar Rp 28 miliar. Tapi, yang diminta itu Rp 48 miliar dan harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017. Nggak sanggup saya, ini namanya saya beli rekom, saya nggak mau,” ujar La Nyalla.

Loading...

Berita lainnya